Pengunggah Video FPI dengan Puisi Gus Mus Minta Maaf, Ienas: Sudah Terlambat

Gus Mus - NU Online
15 Desember 2020 18:37 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Putri dari KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, Ienas Tsuroiya, mengungkapkan bahwa pengunggah video yang menggunakan puisi milik ayahnya sudah meminta maaf. Namun, menurutnya sudah terlambat.

Video yang dimaksud adalah video tentang kegiatan Front Pembela Islam (FPI), yang menggunakan suara latar Gus Mus yang membacakan puisi berjudul "Allahu Akbar". Video ini membuat Ienas kekeberatan.

Ienas menyatakan pengunggah video tersebut suah minta maaf. Dalam akun twitternya, @tsuroiya, Ienas mengunggah tangkapan layar dari Instagram story akun moderat.indonesia yang berisi permintaan maaf terkait editan video.

Baca juga: Penumpang di YIA Diprediksi Naik 25 Persen saat Libur Nataru

"Kami meminta maaf atas penggunaan puisi Gus Mus tanpa izin, makan dengan ini postingan tersebut telah kami hapus. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan beberapa pihak dalam hal ini," tulis @moderat.indonesia, dikutip pada Selasa (15/12/2020).

Namun, Ienas menyebut permintaan maaf sudah terlambat, mengingat video tersebut telah beredar luas.

"Pembuat video editan puisi Abah sudah menghapus postingan sekaligus meminta maaf. Sayangnya, sudah terlambat. Terlanjur beredar luas di berbagai kanal medsos. Hampir mustahil untuk menghentikannya," tulisnya.

Ia menyebutkan menyebarkan informasi melalui media sosial memiliki dampak besar.

"Kisah "fitnah bagaikan kapas" atau dalam versi cerpen @fahdpahdepie "bulu kemoceng", makin terasa kontekstual di era digital sekarang ini. Begitu mudahnya membagikan konten di medsos, susah dilacak penyebarannya. Jika menyangkut hoax, ngeri dosanya...," tulisnya.

Unggahan Ienas tersebut diamini oleh Alissa Wahid, putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid. Ia menyarankan agar warganet yang henda menggunakan tulisan atau ide seseorang saat membuat konten, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu.

"Wat twips semua, kalau hendak menggunakan tulisan/ide seseorang dalam konten yang twips buat, ada baiknya minta izin lebih dulu, (1) utk menghormati hak intelektual ybs, (2) supaya tidak menimbulkan persoalan seperti ini," katanya.

Sentil Pendukung Jokowi
Dalam unggahan sebelumnya, Ienas juga menyentil para pihak pencatut yang menggunakan nama ayahnya dalam kampanye untuk melawan FPI, secara khusus ia menyebut para pendukung fanatik Presiden Joko Widodo dan buzzer.

Baca juga: Viral Video Dinosaurus Diturunkan dari Truk di Mojosemi Forest Park, Ini Faktanya

"Dear para pendukung fanatik Pak Jokowi, buzzer atau bukan. Kalau kalian ingin berkampanye melawan FPI, lakukanlah dengan cara yg baik. Jangan mencatut nama Abah saya, KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). Setidaknya sudah tiga tahunan ini kami dibuat repot gara-gara ulah kalian. Stop it!" kicaunya, dikutip dari SuaraJogja.id.

Ia juga mencuitkan soal penjelasan terkait maksud dari puisi Gus Mus. Menurutnya, puisi yang ditulis pada 2005 itu bersifat universal dan tidak digunakan untuk menyerang kelompok mana pun.

"Seperti banyak puisi Abah yang lain, intinya mengajak introspeksi. Dakwah secara halus. Kalau menggabungkan suara beliau dengan video demo FPI, itu namanya mengadu-domba," tegas Ienas.

Masih di utas yang sama, Ienas menambahkan, adanya peringatan untuk pendukung fanatik Jokowi itu bukan berarti Ienas mendukung FPI.

Istri Ulil Abshar Abdalla ini bahkan mengaku sebagai salah satu warga yang ikut dibuat resah oleh aksi FPI, yang menurutnya sering diwarnai kekerasan meskipun dengan dalih "nahi mungkar".

"Menurut keyakinan saya, nahi mungkar (memerangi kemaksiatan) itu harus dilakukan secara makruf, alias dengan cara yang baik, berlandaskan kasih sayang. Bukan berdasar benci, apalagi dengan kekerasan," tulisnya.