Advertisement
Terungkap, Ini Dokumen Kasus Covid-19 yang Disembunyikan China
Petugas medis merawat pasien yang terinfeksi Virus Corona di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Scripps Mercy, di Chula Vista, California, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2020). - Antara/Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Sebuah dokumen yang bocor tentang sistem kesehatan di China menunjukkan adanya penyakit yang tidak dilaporkan oleh negara tersebut sejak awal wabah terjadi.
Dilansir dari Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com, dokumen tersebut mengungkapkan bagaimana otoritas kesehatan menandai dokumen sebagai internal atau rahasia untuk menghentikan penyebab sebenarnya dari penyakit yang dilaporkan. Para jurnalis juga diberi perintah pelaporan yang ketat, menutupi angka yang sebenarnya agar tidak dirilis ke dunia.
Advertisement
Seperti yang ditunjukkan oleh dokumen yang diteruskan kepada CNN, kasus dibagi menjadi kasus yang dikonfirmasi, didiagnosis secara klinis, dan dicurigai. Dengan melakukan ini, para ahli kesehatan mengklaim hampir tidak mungkin untuk menetapkan jumlah sebenarnya dari wabah virus corona.
Sebagai contoh, salah satu data menunjukkan angka resmi yang dilaporkan pada 10 Februari adalah sebanyak 2.478 kasus. Akan tetapi faktanya menunjukkan ada 5.918 kasus diidentifikasi pada hari tersebut. Ini merupakan salah satu kebocoran data paling signifikan dari China.
Baca juga: Viral Cuitan Tak Gentar Disodori Rp17 Miliar, Imam Darto Minta Maaf
Dilansir dari Express UK, Senin (7/12/2020) seorang teknisi laboratorium mengatakan kepada Press Association bahwa menjadi hal yang mustahil untuk mengonfirmasi kasus baru virus corona di Wuhan, sementara Partai Komunis memaksa lembaga lokal untuk memberikan seluruh data kepada pemerintah pusat.
Seorang staf di Chinese Center for Disease Control and Prevention juga mengklaim praktik yang tidak normal sehingga mereka yakin pengujian sedang diblokir. Selain itu, dokter dari Zhongnan Hospital juga memberi peringatan atas terhalangnya data dan mengkritik kriteria kasus yang dilaporkan.
China adalah negara pertama yang melaporkan kasus virus dan saat ini memiliki 86.619 kasus yang dikonfirmasi. Namun, sejumlah ahli medis dunia mempertanyakan angka sebenarnya wabah virus di negara itu.
Presiden AS Donald Trump telah memimpin seruan untuk melakukan penyelidikan independen terhadap virus tersebut dan mengklaim memiliki bukti yang diduga ditutup-tutupi - meskipun rinciannya tidak dirilis.
Baca juga: Ini Penampakan Mensos Juliari Batubara saat Diborgol KPK
Minggu ini, pejabat China mengumumkan bahwa mereka akan mempercepat persetujuan vaksin virus corona buatan dalam negeri. Hingga kini, negara itu memiliki lima vaksin yang siap diproduksi dan sedang diuji di negara-negara seperti Rusia, Meksiko, dan Mesir.
Namun, para pejabat belum menyatakan bagaimana mereka akan memerankan vaksin untuk 1,4 miliar orang. Sementara, lebih dari satu juta petugas kesehatan dan orang lain yang dianggap berisiko tinggi telah menerima vaksin eksperimental untuk penggunaan darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik
- Istri AKBP Didik, Miranti Afriana Positif Narkoba
- Eks Kapolres Bima Kota Dipecat usai Terbukti Terlibat Kasus Narkoba
- Gas Tertawa Meledak, Lima Remaja Tewas dalam Kebakaran Apartemen
- Arab Saudi dan Iran Awali Ramadan 1447 H di Hari yang Berbeda
Advertisement
1.650 Jemaah Haji Sleman Mulai Masuk Embarkasi YIA pada April 2026
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Sleman Tambah 8 Dump Truck untuk PSEL Piyungan 2028
- Pilot Pelita Air Tewas, TNI Temukan di Krayan Timur
- Menperin: Produksi Pikap Mampu Penuhi 70.000 Unit, Potensi Rp27 T
- Kronologi AKBP Didik Diduga Jadi Gembong Narkoba Berujung PTDH
- 36 Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem Bantul, BPBD Siapkan Opsi BTT
- BI Yakin Inflasi Ramadan 2026 Terkendali di Target 2,5 Persen
- MotoGP 2026 Usung Wired Different, Perkuat Strategi Global
Advertisement
Advertisement







