Advertisement
Ledakan Petasan Situbondo Hancurkan Rumah, 1 Tewas
Ilustrasi ledakan. - Shutterstock
Advertisement
Harianjogja.com, SITUBONDO—Ledakan petasan Situbondo yang terjadi di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka bakar serta patah tulang. Polisi memastikan sumber ledakan berasal dari serbuk petasan yang disimpan di dalam rumah korban.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Rumah milik Kulsum (60) ambruk hingga rata dengan tanah setelah terdengar ledakan hebat dari dalam bangunan. Getaran keras juga berdampak pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Advertisement
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menjelaskan, tim identifikasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Tim Identifikasi Polres dibantu Tim Identifikasi dan Laboratorium Forensik Polda Jatim, pada hari ini olah TKP dan mengamankan 18 barang bukti dari lokasi ledakan petasan,” kata Bayu di Situbondo, Kamis.
Dari hasil pemeriksaan awal, aparat menemukan berbagai barang bukti yang berkaitan dengan bahan petasan. Barang yang diamankan antara lain selongsong petasan, alat penggulung selongsong, sumbu petasan, rekaman CCTV, pakaian, dan sejumlah barang lainnya yang masih dalam proses identifikasi.
Menurut Bayu, temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa ledakan dipicu oleh bahan petasan. “Ledakan tersebut dipicu oleh bahan petasan, bukan bahan peledak lainnya. Karena bahan peledak low explosive atau daya ledak rendah,” ujarnya.
Meski demikian, kepolisian belum dapat memaparkan secara rinci kronologi pasti kejadian tersebut. Enam korban selamat hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.
Lima korban dirawat di RSUD Asembagus. Sementara satu korban atas nama Abdur Rahman (15) dirujuk untuk mendapatkan penanganan lanjutan di RSUD dr. Soebandi Jember karena kondisi luka bakar yang cukup serius.
“Kami belum bisa meminta keterangan korban, karena mereka masih menjalani penanganan medis, dan rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen,” kata Bayu.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, ledakan petasan Situbondo ini juga menyebabkan kerusakan pada 12 rumah warga. Satu rumah yang menjadi pusat ledakan hancur total, sedangkan 11 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat dampak ledakan.
“Kerusakan rumah terdampak ledakan ada 12 unit, satu rumah yang menjadi tempat peristiwa ledakan hancur,” ujar Bayu.
Data kepolisian mencatat tujuh orang mengalami luka bakar dan patah tulang. Satu korban meninggal dunia, yakni Supriyadi (50), yang tertimpa reruntuhan bangunan saat ledakan terjadi.
Enam korban selamat masing-masing Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25), dan Ibu Kulsum (60) menjalani perawatan di RSUD Asembagus, sedangkan Abdurrahman (15) sempat dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo sebelum akhirnya dirujuk kembali ke RSUD dr. Soebandi Jember karena mengalami luka bakar hingga 90 persen.
Aparat kepolisian masih terus mendalami kasus ledakan petasan Situbondo ini sembari menunggu kondisi para korban membaik untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Sempat Longsor Tiga Kali, Jalur Clongop Gunungkidul Kembali Dibuka
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Iran Klaim Sukses Luncurkan Rudal Hipersonik Operasi Janji Sejati 4
- Ahli Onkologi Ungkap Fakta Skincare yang Picu Risiko Kanker
- ASN di DIY Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
- Dispusip Sleman Dukung Kualitas Literasi Tanpa Anggaran
- Marc Klok Tegaskan Pentingnya FIFA Series 2026 Bagi Timnas Indonesia
- PBSI Evaluasi Kegagalan Tim Bulu Tangkis Indonesia di All England 2026
- Warga Sleman Siap-siap, Bakal Ada 1.000 Sambungan Jargas Baru
Advertisement
Advertisement







