Luhut Siapkan Taktik Militer untuk Antisipasi Banjir Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan - Istimewa
30 November 2020 19:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama sejumlah pihak terkait lainnya menyelenggarakan Tactical Floor Game dalam menghadapi potensi banjir pada tahun 2020 - 2021 di Jakarta.

Kegiatan simulasi Tactical Floor Game (TFG) berlangsung Senin (30/11/2020).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyampaikan bahwa TFG dilakukan untuk memperkuat sinergisitas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah menghadapi potensi banjir akibat fenomena La Nina di Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya.

Tactical Floor Game adalah taktik militer yang bisa kita terapkan untuk dapat berkoordinasi terkait peran dari setiap pihak selama masa antisipasi perkiraan bencana banjir di DKI Jakarta mendatang,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (30/11/2020).

TFG dilakukan untuk memperjelas peran dari setiap kementerian dan lembaga agar dapat memaksimalkan sumber dayanya dalam antisipasi dan pembuatan strategi untuk perkiraan bencana banjir.

Becermin dari musibah banjir yang melanda DKI Jakarta pada tahun ini yang menimbulkan jumlah pengungsi sebesar 36.445 jiwa dan kerugian ekonomi tidak sedikit, Menko Luhut menilai persiapan yang matang diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan melakukan laporan real time terkait kondisi hujan kepada seluruh kementerian dan lembaga terkait. Hal itu akan menjadi peringatan untuk siap siaga menjalankan strategi terhadap pergerakan air dalam bencana banjir.

Selain melakukan visualisasi terhadap perkiraan pergerakan air ketika bencana banjir terjadi, di dalam TFG juga dilakukan simulasi terkait pengungsian yang disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Diharapkan kita tidak akan menimbulkan klaster baru dari adanya gelombang pengungsian. Sehingga perlu ditekankan bahwa setiap masyarakat harus saling jaga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” imbuh Luhut.

Adapun, dalam penyelenggaraan TFG, Kemenko Marves melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), seluruh Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta pemerintah daerah terkait lainnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia