Advertisement
Hindari Risiko Selat Hormuz, RI Mulai Impor Minyak Mentah dari AS
Nozzle BBM - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA–Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa Indonesia telah memulai proses impor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) secara bertahap.
Langkah strategis ini diambil sebagai implementasi dari perjanjian dagang antarkedua negara sekaligus menjadi upaya mitigasi krisis energi menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam jalur distribusi di Selat Hormuz.
Advertisement
Berdasarkan kesepakatan dagang tersebut, Indonesia berkomitmen mendatangkan komoditas energi senilai miliaran dolar, yang mencakup impor minyak mentah sebesar US$4,5 miliar, bensin olahan senilai US$7 miliar, serta LPG senilai US$3,5 miliar.
Bahlil menekankan bahwa pengerjaan impor ini tidak dapat dilakukan secara sekaligus dalam volume besar lantaran keterbatasan infrastruktur daya simpan nasional yang saat ini baru mampu menampung stok cadangan untuk kebutuhan sekitar 25 hingga 26 hari saja.
BACA JUGA
"Sekarang sudah mulai jalan. Bertahap, ya bertahap itu kan bertahap, enggak bisa sekaligus satu kali datang karena kita punya daya simpan enggak cukup," ungkap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3/2026).
Guna mengatasi kendala tersebut, pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan (storage) baru dengan kapasitas yang mampu menampung stok hingga tiga bulan agar ketahanan energi nasional semakin tangguh dalam menghadapi gangguan dinamika geopolitik global di masa mendatang.
Proyek pembangunan fasilitas penyimpanan raksasa ini diklaim telah mendapatkan minat serius dari investor mancanegara yang akan berkolaborasi dengan perusahaan lokal melalui skema pendanaan campuran.
Meskipun investor tersebut bukan berasal dari Amerika Serikat, Bahlil memastikan proses penjajakan terus berjalan demi mengejar standar internasional dalam hal cadangan minyak nasional, sehingga Indonesia memiliki kepastian ketersediaan pasokan saat terjadi ketegangan bersenjata yang melibatkan negara-negara produsen di wilayah Timur Tengah.
Selain minyak mentah, pemerintah juga melakukan penyesuaian pada sektor LPG dengan mengalihkan pesanan dari Saudi Aramco ke negara lain akibat penutupan kilang pascaserangan rudal di wilayah tersebut.
Langkah pengalihan atau switch ini dianggap krusial karena konsumsi LPG nasional diprediksi naik menjadi 7,8 juta ton tahun ini, sehingga ketergantungan pada Selat Hormuz harus diminimalkan dengan memaksimalkan porsi impor dari wilayah yang lebih stabil secara politik seperti Amerika Serikat.
Meskipun kebijakan impor minyak mentah dari AS mulai berjalan, pasokan untuk bahan bakar minyak (BBM) jadi seperti bensin dan solar dipastikan tetap aman karena mayoritas pengadaannya berasal dari kawasan Asia Tenggara.
Transformasi sumber pasokan energi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan bakar di dalam negeri, sembari pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur energi yang lebih mandiri untuk melindungi kepentingan nasional dari ancaman hambatan logistik internasional akibat meluasnya konflik luar negeri yang melibatkan kekuatan besar dunia.
Â
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Wisatawan Nekat Terobos TPR Parangtritis demi Hindari Tiket Masuk
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
- Pemeriksaan Yaqut Berlanjut Setelah Kembali ke Rutan KPK
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Tak Semua Orang Perlu Multivitamin Ini Kata Ahli Gizi
Advertisement
Advertisement







