2.635 Bencana Alam Terjadi di Tanah Air, Mayoritas Banjir

Longsoran tebing yang menimpa bagian rumah Ahmad Rodhli Setyoko di Dusun Kikis, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sabtu (23/3/2019). - Istimewa/BPBD Sleman
26 November 2020 07:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Sebanyak 2.635 bencana alam terjadi di seluruh wilayah Indonesia sepanjang Januari hingga 25 November 2020, berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dikutip dari keterangan resmi BNPB di laman Twitter, Rabu, mayoritas bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologi atau bencana yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi/alam.

Baca juga: DIY Dapat 10 Tenda Covid-19 untuk Pengungsi Merapi

Bencana banjir menjadi yang mendominasi, yakni sebanyak 933 kejadian, disusul puting beliung 794 kejadian, dan longsor 504 kejadian.

Dari ribuan bencana yang tercatat telah menyebabkan 5,6 juta jiwa terdampak dan harus mengungsi, 335 jiwa meninggal dunia, 35 orang hilang, serta 513 orang mengalami luka-luka.

Baca juga: Kunjungi Pengungsi Merapi di Glagaharjo, DPR RI Minta Protokol Kesehatan Ditegakkan

Selain itu, menyebabkan 38.650 rumah rusak dengan skala ringan hingga berat dan sedikitnya 1.529 fasilitas umum juga terdampak. Kemudian bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tercatat terjadi sebanyak 325 kejadian, lima kali erupsi gunung api.

Sementara dampak bencana nonalam, yakni pandemi COVID-19 hingga Rabu (25/11/2020) pukul 15.00 WIB total kasus terkonfirmasi positif mencapai 511.836 orang, 16.225 meninggal dunia, dan 429.807 orang telah dinyatakan sembuh.

Sumber : Antara