Pemda Diminta Tambah Sif Kerja dan Beri Insentif untuk Laboran Covid-19

Petugas kesehatan memeriksa spesimen untuk pemeriksaan Covid-19 di laboratorium kesehatan. - Antara
25 November 2020 07:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah terus mengejar ketertinggalan pencapaian angka pemeriksaan Covid-19 yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah untuk memperbaiki mekanisme operasional laboratorium dalam pemeriksaan spesimen.

Salah satunya melalui penambahan jumlah sif atau jadwal kerja laboran dengan pemberian insentif yang sepadan. Selain itu, jelas dia, perlu adanya pemeriksaan terkait kesesuaian jenis reagen dengan alat testing yang digunakan.

"Saya meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk memperbaiki mekanisme operasional Laboratorium melalui penambahan jumlah sif laboran dengan pemberian insentif yang sepadan,” katanya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: 9 dari 10 Perusahaan di Tanah Air Terkena Dampak Covid-19

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan bahwa Pemerintah terus mengejar ketertinggalan pencapaian angka pemeriksaan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Wiku menyebutkan bahwa dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 267 juta jiwa maka diperlukan pelaksanaan testing sebesar 267.000 orang setiap minggunya.

Kemudian, fluktuasi jumlah testing yang dilakukan, sambungnya, dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kondisi libur, jumlah dan kapasitas laboratorium, SDM atau tenaga kesehatan, ketersediaan reagen, dan juga kondisi geografis.

“Hal-hal ini tentunya menjadi evaluasi bersama khususnya bagi pemerintah daerah. Tren jumlah testing juga sempat menurun di hari-hari tertentu khususnya saat hari libur. Hal ini tentu sangat kami sayangkan terlebih pandemi Covid-19 tidak mengenal hari libur,” katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Liga Inggris Tambah Delapan Orang

Adapun, sejak awal Juni 2020 hingga minggu ketiga Oktober 2020 terlihat tren peningkatan testing.

Kendati berfluktuasi, tetapi pada pekan kedua November 2020 Wiku menyebut capaian testing di Indonesia hampir mencapai target WHO yaitu berada di angka 86,25 persen.

Kemudian, sambungnya, pemeriksaan terus ditingkatkan hingga minggu ketiga November 2020 yang mencapai sekitar 239.000 atau 88,6 persen dari 267.000.

“Ini adalah angka tertinggi yang pernah kita capai. Kita harus terus meningkatkan jumlah testing hingga tercapai target WHO,”imbuhnya.

Adapun, dalam sajian data harian Satgas Penanganan Covid-19 hampir selalu ada laporan sejumlah laboratorium yang terlambat menyerahkan hasil pemeriksaan PCR. Hal itu pun menjadi salah satu kendala data kasus terkait Covid-19 hingga saat ini sulit dinyatakan real time.

Sumber : Bisnis.com