Indonesia Siapkan 3 Opsi untuk Penyelenggaraan Haji 2021

Menteri Agama Fachrul Razi mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2020). Rapat kerja tersebut membahas RKA K/L Tahun Anggaran 2021 serta isu-isu terkini termasuk kasus penusukan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
19 November 2020 09:57 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyiapkan tiga opsi sebagai antisipasi pelaksanaan haji tahun depan pada masa pandemi Covid-19, sebab hingga saat ini masih belum mendapat kepastian soal penyelenggaraan ibadah haji 2021.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan berdasarkan keputusan Arab Saudi, kuota haji pada 2021 mencapai 221.000 yang terbagi menjadi kuota haji reguler sebanyak 203.220 dan haji khusus sebanyak 17.680 jemaah.

Beberapa opsi yang telah disiapkan di antaranya adalah pertama, jemaah akan diberangkatkan dengan kuota penuh sebesar 221.000 jika masa pandemi telah dinyatakan berakhir.

Baca juga: Lolos CPNS Sukoharjo, Dua Orang Ini Mengundurkan Diri

Kedua, jemaah diberangkatkan dengan kuota terbatas sesuai kebijakan pemerintah Arab Saudi jika masa pandemi Covid-19 belum berakhir dan vaksin belum tersedia.

“Pembatasan kuota ini akan berdampak pada keberangkatan jemaah yang telah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji [Bipih] pada 2020. Tidak semua dapat diberangkatkan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan Arab Saudi,” katanya dalam rapat bersama Komisi VIII, Rabu (18/11/2020).

Baca juga: Tito Keluarkan Instruksi, Mendagri Bisa Berhentikan Gubernur

Ketiga, jemaah dibatalkan berangkat jika pemerintah Saudi tidak memberikan kuota pada Indonesia.

“Adapun konsep keberangkatan jemaah haji 2021 mengikuti pola keberangkatan umrah pada masa Covid-19,” tuturnya.

Berdasarkan Kebijakan Menteri Agama No.94/2020 dan pembatasan ibadah haji oleh pemerintah Arab Saudi, jemaah haji dari Indonesia pada 2020 menjadi tertunda berangkat. Mereka akan berangkat pada 2021, dengan catatan bila kepastian kuota haji sama dengan 2020.

Sumber : Bisnis.com