PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Ilustrasi Rusia. Freepik
Harianjogja.com, MOSKOW—Pemerintah Rusia mengecam keras kebijakan terbaru Amerika Serikat yang kembali memperketat tekanan ekonomi terhadap Kuba. Moskow menilai langkah Washington tersebut sebagai bentuk pencekikan ekonomi yang berpotensi memperburuk stabilitas dan melanggar prinsip kedaulatan negara.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Sabtu (31/1) menyampaikan bahwa pembatasan terbaru yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Kuba mencerminkan strategi sistematis untuk menekan negara lain melalui instrumen ekonomi dan politik.
Zakharova menyoroti penetapan status darurat nasional oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari pola tekanan yang dinilai Rusia kerap digunakan Washington dalam menghadapi negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingannya. Menurutnya, kebijakan semacam itu tidak dapat dibenarkan dalam hubungan internasional modern.
Sebelumnya, pada Kamis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan tarif impor terhadap negara-negara pemasok minyak ke Kuba. Dalam keputusan yang sama, Trump juga menetapkan status darurat nasional terkait kebijakan tersebut.
Trump menyatakan bahwa kebijakan tarif dan penetapan status darurat itu dilakukan untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat dari ancaman yang, menurut klaim Washington, berasal dari Kuba.
Menanggapi langkah tersebut, Zakharova menegaskan bahwa kebijakan Amerika Serikat merupakan bentuk kambuhnya strategi “tekanan maksimum” yang bertujuan mencekik perekonomian Kuba. Ia menilai sanksi sepihak semacam itu tidak dapat diterima karena bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta melanggar kedaulatan negara merdeka.
“Kami mengutuk keras langkah pelarangan yang tidak sah terhadap Havana, termasuk segala bentuk tekanan terhadap para pemimpin dan rakyat Kuba,” ujar Zakharova dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama antara Rusia dan Kuba tidak diarahkan terhadap negara ketiga mana pun. Moskow, kata Zakharova, akan terus mengembangkan hubungan bilateral dengan Havana demi kepentingan kedua negara, sekaligus berkontribusi pada keamanan dan stabilitas internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya