Pengajian Akbar Kanzus Sholawat Habib Lutfi di Pekalongan Diundur

Habib Luthfi berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - Istimewa/Humas Pemprov Jateng
18 November 2020 14:07 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, PEKALONGAN—Pengajian akbar memperingati Maulid Nabi Kanzus Sholawat Habib Lutfi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) dipastikan diundur.

Hal tersebut disampaikan Habib Lutfi di Gedung Kanzus Sholawat, Jl. Dokter Wahidin, Noyotaan, Pekalongan Timur, Selasa (17/11/2020) malam.

BACA JUGA: Pemerintah Bakal Salurkan BLT Rp1,8 Juta untuk Guru Honorer, Ini 5 Syaratnya

Pengajian akbar tersebut rencana digelar Minggu (22/11/2020) nanti. Namun karena berbagai pertimbangan acara tersebut ditunda pelaksanaannya hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Maulid di Kanzus Sholawat diundur, sampai pemberitahuan lebih lanjut," ujar Habib Luthfi.

Habib Lutfi mengaku keputusan menunda peringatan Maulid Nabi itu murni atas inisiatif pribadi dan tanpa tekanan dari pihak manapun. "Saya atas nama pribadi, dengan penuh pertimbangan, tidak ada tekanan dari pihak mana pun," ujarnya.

Habib Lutfi juga mengucapkan permintaan maaf kepada pengikutnya karena acara itu belum bisa digelar sesuai jadwal. "Mohon maaf sebesar-besarnya atas mundurnya jadwal," terang ulama itu.

BACA JUGA: Bocah 9 Tahun di Imogiri Jadi Korban Pencabulan Saat Mandi di Sendang

Sementara itu, Pemerintah Kota atau Pemkot Pekalongan sebelumnya menyarankan acara tersebut digelar secara virtual. Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, mengatakan pengalaman pelaksanaan Maulid Nabi di Kota Pekalongan didatangi banyak orang.

"Hal itu membuat kami dilema prihal pemberian izin," ujarnya.

Mendagri juga mengeluarkan instruksi untuk seluruh jajaran pemerintahan agar menjalankan protokol kesehatan.  "Harapan kami Covid-19 segera berakhir, dan masyarakat menaati protokol kesehatan. Terkait ijin saya tidak bisa memutuskan sendiri, jadi perlu pihak Polri dan TNI," kata Sri.

Dandim 0710 Pekalongan, Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan mengatakan sistem pengajian akbar bisa diubah tanpa hatus didatangi massa.

"Jika biasanya digelar secara langsung, karena kondisi pandemi bisa digelar secara virtual," imbuhnya. 

Sumber : JIBI/Solopos