Meski Indonesia Resesi, Sri Mulyani Tetap Optimistis

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). - JIBI/Bisnis.com/Arief Hermawan P
05 November 2020 16:47 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi kinerja perekonomian Indonesia selama kuartal III/2020 yang  masih bertahan di zona negatif 3,49 persen sehingga Indonesia resmi resesi.

Sri Mulyani mengatakan bahwa kendati masih negatif, realisasi ekonomi kuartal III/2020 menunjukkan adanya pembalikan dibandingkan dengan realisasi pada kuartal II/2020 yang tercatat minus 5,32 persen.

"Kuartal III/2020 telah terjadi pembalikan dan perbaikan ekonomi baik itu dari sisi konsumsi, investasi, maupun belanja pemerintah," kata Sri Mulyani, Kamis (5/11/2020).

Kendati membaik, menurut bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, masih ada banyak pekerjaan yang perlu segera dituntaskan. Dia berharap tren perbaikan ekonomi ini terus dijaga bahkan kalau perlu diperkuat untuk kembali ke level positif.

"Dengan langkah tersebut tidak saja covid-19 yang bisa ditangani namun kesejahteraan, kesempatan kerja dan dunia usaha akan makin membaik," tegasnya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal III/2020 minus hingga 3,49 persen secara tahunan.

Secara kuartalan, ekonomi tumbuh positif 5.05 persen (quarter to quarter/qtq) dan secara kumulatif terkontraksi 2,03 persen.

Kontraksi ini lebih dalam dari perkiraan pemerintah di kisaran minus 3 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia