Advertisement
Pemerintah Jaga Inflasi Pangan Bergejolak di Kisaran 3-5 Persen
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga inflasi kelompok harga bergejolak atau volatile food tetap terkendali pada rentang 3 persen hingga 5 persen. Upaya ini dilakukan melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah serta pengamanan pasokan pangan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa stabilitas harga pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam pengendalian inflasi.
Advertisement
“Volatile food, khususnya bahan pangan, kami jaga agar berada di kisaran 3 sampai 5 persen,” ujar Airlangga usai Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Pusat di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Untuk mewujudkan target tersebut, Airlangga bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Koordinasi difokuskan pada pengelolaan pasokan pangan lintas waktu dan wilayah, peningkatan produktivitas sektor pertanian, dukungan pembiayaan, serta kelancaran distribusi logistik.
BACA JUGA
Sejumlah komoditas strategis menjadi perhatian utama, di antaranya bawang merah, bawang putih, dan beras.
Dalam hal distribusi, pemerintah berencana memfasilitasi kebutuhan pangan antarwilayah dengan menyalurkan pasokan dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kekurangan.
Selain itu, pemerintah juga terus mengendalikan kelompok harga yang diatur pemerintah atau administered price, termasuk sejumlah komoditas pangan tertentu.
“Pemerintah juga memberikan dukungan infrastruktur dan logistik di daerah terdampak bencana agar pengendalian inflasi tetap terjaga. Saat ini inflasi di wilayah tersebut sudah mulai menurun,” jelas Airlangga.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan inflasi nasional tetap berada dalam koridor yang ditetapkan dalam APBN, yakni sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.
Sebagai gambaran, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahun kalender Indonesia sepanjang 2025 mencapai 2,92 persen.
Adapun inflasi bulanan pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen (month to month), sementara inflasi tahunan mencapai 2,92 persen (year on year).
Untuk komponen inflasi, harga bergejolak atau volatile food berada di level 6,21 persen, inflasi harga yang diatur pemerintah sebesar 1,93 persen, dan inflasi inti tercatat stabil di 2,38 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement





