Gereja di Prancis Diserang, 3 Tewas Salah Satunya Perempuan dengan Kepala Terpenggal

Tiga orang, dua wanita dan seorang pria, tewas dalam serangan penikaman teroris pada Kamis pagi di jantung kota Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020). - REUTERS/Eric Gaillard
29 Oktober 2020 21:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PARIS- Aksi teror kembali terjadi di Prancis. Sebuah gereja diserang pria misterius. Insiden ini terjadi beberapa pekan setelah pemenggalan Samuel Patty, guru yang mempertunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW kepada muridnya.

Pria misterius itu menyerang Katedral Notre Dame yang bersejarah di kota Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020).

Dalam peristiwa itu, tiga orang tewas. Satu di antaranya merupakan perempuan, yang tewas dengan kepala terpenggal.

Menyadur Daily Mail, serangan terjadi Kamis pagi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Kala itu, jemaat sedang menggelar misa dalam basilika Katolik Roma terbesar di Nice.

Baca juga: Akun Media Sosial Diserang Warganet, Begini Tanggapan Kedubes Prancis di Indonesia

Penyerang ditembak dan langsung ditangkap setelah polisi menyerbu lokasi. Adapun pelaku disebutkan bertindak sendiri.

Dilansir dari Suara.com, Wali kota Nice Christian Estrosi mengatakan, pelaku terus meneriakkan "Allahu Akbar", bahkan setelah ditangkap.

Estrosi menyebut, si penyerang telah dilarikan ke rumah sakit setelah menderita luka selama penangkapan.

Salah satu korban tewas disebutkan wali kota merupakan seorang perempuan, sementara lainnya adalah tokoh agama setempat yang cukup berpengaruh.

Baca juga: Permintaan Meningkat, Penerbangan Pesawat di YIA Ditambah

Sumber polisi mengatakan, seorang korban perempuan dipenggal.

Politikus Front Popular yang berhaluan Neo Fasis, Marine Le Pen, juga berbicara tentang adanya aksi pemenggalan dalam serangan gereja ini, sebagaimana dilaporkan oleh Channel News Asia.

Lebih jauh, Estorsi menganggap insiden penusukan ini sebagai aksi terorisme, mengutip laporan France24.

Kementerian Dalam Negeri Prancis melalu Twitter, mengatakan pasukan keamanan dan penyelamat telah berada di lokasi dan mendesak warga agar menghindari daerah tersebut.

Buntut dari pembunuhan Paty

Serangan di basilika itu hanya terpaut beberapa pekan setelah pemenggalan Samuel Patty, guru yang mempertunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW kepada muridnya.

Belakangan, situasi di Prancis semakin memanas, tatkala Presiden Prancis Emmanuel Macron bersumpah tak bakal membuat kaum Islamis di negerinya dapat tidur nyenyak.

Sumah Macron itu kemudian mendapatkan kecaman dari negara-negara mayoritas Muslim, lantaran dinilai melontarkan pendapat yang menghina Islam.

Pernyataan dan sikap Macron dianggap menyudutkan Muslim sekaligus mengglorifikasi Islamofobia.

Dari situ, sejumlah negara seperti Turki dan Bangladesh menyerukan boikot terhadap produk-produk Prancis.

"Saya menyerukan kepada warga saya, jangan pernah memuji merek Prancis, jangan membelinya," ujar Presiden Recep Tayyip Turki Erdogan, Senin (26/10), dikutip dari Anadolu Agency.

Di Dhaka, Ibu Kota Bangladesh, puluhan ribu demonstran juga turun ke jalan untuk menyerukan boikot produk lansiran Prancis.

Sumber : Suara.com