Advertisement
Iran Buka Kembali Wilayah Udara, Sinyal Reda Konflik
Foto ilustrasi radar pesawat. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Iran mulai membuka kembali sebagian wilayah udaranya sekaligus mengaktifkan kembali sejumlah bandara untuk penerbangan sipil, Sabtu (19/4/2026). Kebijakan ini menjadi sinyal meredanya ketegangan pascakonflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Menurut pernyataan Organisasi Penerbangan Sipil Iran, penerbangan internasional kini diizinkan melintas atau transit di wilayah udara bagian timur Iran. Pembukaan ini dilakukan secara bertahap mulai pukul 03.30 GMT atau 10.30 WIB, dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan keamanan.
Advertisement
Otoritas setempat menegaskan bahwa operasional bandara akan dipulihkan secara bertahap, menyesuaikan dengan koordinasi antara pihak militer dan sipil. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi aktivitas transportasi udara yang sempat terganggu akibat konflik.
Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah serangan gabungan dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dibalas oleh Teheran dengan menargetkan sejumlah wilayah yang memiliki kepentingan militer AS di kawasan.
BACA JUGA
Konflik kemudian mereda setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata sementara pada 8 April, yang dimediasi oleh Pakistan. Kesepakatan ini membuka ruang bagi dialog lebih lanjut antara kedua pihak.
Dalam perkembangan terbaru, delegasi dari Washington dan Teheran telah menggelar pembicaraan di Pakistan guna mencari solusi damai jangka panjang. Upaya untuk melanjutkan negosiasi juga tengah disiapkan di Islamabad.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme terhadap proses negosiasi yang sedang berlangsung. Ia bahkan menyebut blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan segera dicabut apabila kesepakatan berhasil dicapai.
“Blokade akan berakhir segera setelah perjanjian ditandatangani,” ujar Trump kepada wartawan saat berada di Bandara Phoenix, sebelum menghadiri agenda di Arizona.
Meski demikian, Trump mengakui pembicaraan masih berjalan dan belum sepenuhnya mencapai titik akhir. Ia menilai masih ada sejumlah hal yang perlu diselesaikan, namun secara umum perbedaan antara kedua pihak tidak terlalu signifikan.
Perkembangan ini menunjukkan adanya peluang bagi stabilitas kawasan Timur Tengah, meskipun situasi masih dinamis. Pembukaan kembali wilayah udara Iran menjadi salah satu indikator awal bahwa kondisi mulai berangsur normal, seiring dengan berlanjutnya upaya diplomasi antara pihak-pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Beasiswa Kuliah ke Malaysia Dibuka, Ini Syarat dan Link Daftarnya
- Presiden Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Ini Hasilnya
- Dana Nasabah Mulai Kembali, Kasus BNI Aek Nabara Dikebut
- Bau Menyengat di Muja Muju, Bongkar Temuan Lansia Meninggal di Rumah
- Dari Desa ke Dunia, Pemuda Kulonprogo Diajak Bikin Wisata Viral
- Pemerintah Siapkan 10 Kota Baru untuk Program 3 Juta Rumah
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini 19 April 2026, Berangkat Sejak Subuh
Advertisement
Advertisement





