Advertisement

Harga LPG 12 Kg Melonjak Dampak Geopolitik dan Minyak Dunia

Newswire
Minggu, 19 April 2026 - 16:27 WIB
Sunartono
Harga LPG 12 Kg Melonjak Dampak Geopolitik dan Minyak Dunia Bright gas/Bisnis - Paulus Tandi Bone

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kilogram resmi mengalami kenaikan menjadi Rp228 ribu per tabung dari sebelumnya Rp192 ribu per tabung atau naik 18,75 persen. Penyesuaian ini sekaligus menjadi perubahan harga pertama sejak 2023.

Kebijakan harga baru tersebut mulai berlaku per 18 April 2026 dan diterapkan di sejumlah wilayah utama, termasuk Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara Barat. Sementara itu, wilayah lain juga mengalami penyesuaian harga sesuai biaya distribusi masing-masing daerah.

Advertisement

Selain LPG 12 kg, Pertamina Patra Niaga juga menyesuaikan harga LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg yang naik 18,89 persen dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu per tabung di wilayah yang sama. Penyesuaian ini juga berlaku secara nasional dengan perhitungan distribusi regional.

Kenaikan tersebut menjadi yang pertama sejak November 2023, ketika harga LPG 12 kg sempat diturunkan menjadi Rp192 ribu per tabung. Saat itu, penurunan dilakukan karena adanya evaluasi harga kontrak internasional yang dipengaruhi pelemahan nilai tukar dolar terhadap rupiah.

“Penyesuaian harga dilakukan setelah evaluasi tren contract price aramco (CPA),” ujar Irto Ginting saat masih menjabat Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga kala itu.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak dunia turut menjadi faktor yang memengaruhi kebijakan terbaru. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno sebelumnya menyampaikan bahwa kenaikan harga energi global berdampak langsung terhadap LPG di dalam negeri.

Data menunjukkan Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2026 naik menjadi 102,26 dolar AS per barel, meningkat 33,47 dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik global yang melibatkan sejumlah negara besar dan berdampak pada stabilitas pasokan energi dunia.

Ia menyebut terganggunya jalur distribusi melalui Selat Hormuz yang menampung sekitar 20 persen pasokan minyak global turut memperburuk kondisi pasokan energi. Selain itu, serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah semakin menekan keseimbangan pasar minyak internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Bantul Siaga Kemarau Lebih Panjang, Warga Diminta Waspada Kekeringan

Bantul Siaga Kemarau Lebih Panjang, Warga Diminta Waspada Kekeringan

Bantul
| Minggu, 19 April 2026, 17:27 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement