Empat Perwira Raih Adhi Makayasa 2026, Tiga Alumni Taruna
Empat perwira terbaik meraih Adhi Makayasa 2026. Tiga di antaranya alumni SMA Taruna Nusantara dan menerima pangkat dari Prabowo.
Foto ilustrasi sakit perut/keracunan. - Freepik
Harianjogja.com, CIANJUR—Kondisi puluhan balita dan ibu-ibu yang sempat mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua desa di Kecamatan Leles, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan berangsur membaik. Dari total 63 korban, sebagian besar kini sudah kembali ke rumah masing-masing.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mencatat hanya beberapa korban yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Sementara itu, sisanya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis intensif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Made Setiwan, mengatakan pihaknya masih terus memantau kondisi korban meski sebagian besar sudah pulih. Ia menegaskan pengawasan tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan di desa masing-masing.
“Hanya tinggal hanya beberapa yang masih menjalani perawatan,” ujar Made Setiwan di Cianjur, Minggu.
Untuk memastikan penyebab insiden tersebut, Dinas Kesehatan telah mengamankan sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi korban. Sampel juga diambil dari muntahan korban untuk diuji di laboratorium.
“Kami sudah mengambil sampel yang tersisa, salah satunya susu dan sampel muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab puluhan ibu dan balita di Desa Purabaya dan Desa Sukasirna keracunan,” katanya.
Penanganan medis disebut telah diberikan sejak awal kejadian. Para korban yang sempat mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, dan muntah ditangani di puskesmas, bidan, hingga klinik kesehatan setempat.
Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, menjelaskan dari total 63 korban, sebagian besar sudah membaik. Namun masih terdapat enam balita yang harus menjalani perawatan lanjutan di puskesmas.
“Sebagian besar kondisinya sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan di puskesmas, bidan, dan klinik. Mereka yang sudah pulang tetap mendapatkan pengawasan dari tenaga kesehatan di masing-masing desa,” katanya.
Hingga Minggu sore, proses pemantauan masih terus dilakukan. Pihak puskesmas juga memastikan seluruh pasien yang sudah pulang tetap berada dalam pengawasan agar tidak terjadi gejala lanjutan.
Di sisi lain, Camat Leles, Segi Tabah Hermansyah, menyebut pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada warga lain yang mengalami gejala serupa namun belum melapor atau menjalani perawatan.
“Saat ini petugas dari kecamatan masih melakukan pendataan karena ditakutkan masih banyak yang mengalami keracunan yang belum terdata karena tidak menjalani perawatan di puskesmas, bidan atau klinik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Empat perwira terbaik meraih Adhi Makayasa 2026. Tiga di antaranya alumni SMA Taruna Nusantara dan menerima pangkat dari Prabowo.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.