1.500 Buruh Siap Demo Kemenkeu, Tuntut Pajak Pencairan JHT 0 Persen
Sebanyak 1.500 buruh akan demo di Kemenkeu pada 9 Juli 2026 menuntut pajak pencairan JHT menjadi 0% beserta tiga tuntutan perpajakan lainnya.
Ilustrasi rudal Iran.- Frepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah dua kapal berbendera India dilaporkan ditembak saat melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026). Insiden tersebut langsung memicu reaksi keras dari pemerintah India yang melayangkan protes resmi kepada Iran.
Melalui Kementerian Luar Negeri, India memanggil Duta Besar Iran di New Delhi untuk memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Pertemuan dilakukan bersama Sekretaris Luar Negeri India, Vikram Misri, yang menyampaikan keprihatinan mendalam atas keselamatan kapal dan awak pelaut India.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah India menegaskan bahwa keamanan jalur pelayaran internasional merupakan kepentingan vital, terutama bagi negara yang sangat bergantung pada jalur energi dan perdagangan global seperti India. Vikram juga mengingatkan bahwa sebelumnya Iran sempat memfasilitasi perjalanan aman kapal-kapal yang menuju India, sehingga insiden ini dinilai sebagai kemunduran dalam kerja sama tersebut.
India pun mendesak Iran untuk segera menjamin kembali keselamatan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz serta memastikan insiden serupa tidak terulang. Menanggapi hal itu, perwakilan Iran berjanji akan menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada otoritas terkait di negaranya.
Situasi di kawasan semakin kompleks setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan kembali penutupan akses Selat Hormuz, tidak lama setelah sebelumnya dibuka. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut langkah tersebut sebagai respons terhadap tekanan dan blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran.
Angkatan Laut IRGC bahkan mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh kapal di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman agar tidak bergerak tanpa izin. Mereka menegaskan bahwa setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz dapat dianggap sebagai pihak yang bekerja sama dengan musuh dan berpotensi menjadi target.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu dampak luas, mulai dari lonjakan harga energi hingga terganggunya rantai pasok global.
Dengan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan tersebut, komunitas internasional kini menaruh perhatian besar terhadap stabilitas keamanan di Selat Hormuz. India, sebagai salah satu negara pengguna jalur ini, menegaskan pentingnya de-eskalasi dan perlindungan terhadap pelayaran sipil guna mencegah krisis yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sebanyak 1.500 buruh akan demo di Kemenkeu pada 9 Juli 2026 menuntut pajak pencairan JHT menjadi 0% beserta tiga tuntutan perpajakan lainnya.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.