Advertisement
JK Klarifikasi Ceramah Viral Tegaskan Bahas Perdamaian
Jusuf Kalla. - Antara/Mohammad Ayudha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, akhirnya angkat bicara terkait ceramahnya yang viral dan menuai polemik. Ia menegaskan isi ceramah tersebut berfokus pada upaya perdamaian, bukan seperti yang dipersepsikan sebagian pihak.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, JK membuka penjelasan dengan permohonan maaf karena baru dapat memberikan klarifikasi kepada publik setelah kembali dari Jepang.
Advertisement
“Pertama, saya minta maaf karena baru hari ini dapat menjelaskan masalah-masalah yang viral, karena saya subuh tadi baru pulang dari Jepang,” ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan konteks ceramah yang disampaikan di Masjid Universitas Gadjah Mada pada Ramadhan 1447 Hijriah. Menurutnya, forum tersebut bersifat khusus karena berlangsung di masjid dan di lingkungan kampus.
BACA JUGA
“Saya ingin menjawab, menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadhan. Ceramah Ramadhan itu artinya yang hadir hanya orang muslim, ya, di masjid lagi. Kemudian di kampus, berarti orang yang hadir adalah intelektual. Itu dulu yang perlu dipahami tentang keadaan itu,” katanya.
Dalam ceramah tersebut, JK juga menampilkan cuplikan video konflik Maluku dan Poso sebagai bagian dari penjelasan historis kepada audiens. Ia menilai penting menghadirkan konteks masa lalu, terutama bagi generasi muda yang belum mengalami langsung peristiwa tersebut.
“Karena ini menyangkut Maluku dan Poso, sebelum saya ingin menjelaskan, saya ingin perlihatkan dulu sekilas, karena anda masih muda, mungkin sebagian belum lahir, karena itu terjadi sekitar 26 tahun yang lalu,” katanya.
Ia menegaskan bahwa video yang ditampilkan hanya sebagian kecil dari keseluruhan peristiwa konflik.
“Saya putarkan video dulu. Video ini hanya pembukaan konflik itu, belum intinya karena yang bisa diambil oleh jurnalis pada waktu itu hanya di kota,” jelasnya.
JK kembali menekankan bahwa inti ceramahnya adalah tentang strategi membangun perdamaian, bukan menyinggung atau menista agama tertentu.
“Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah perdamaian, kurang lebih begitu,” katanya.
Ceramah tersebut sebelumnya disampaikan pada 5 Maret 2026 di Masjid UGM dengan tema Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar. Namun, potongan video ceramah itu baru viral pada pertengahan April 2026.
Polemik kemudian berkembang hingga Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melaporkan JK ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026, terutama terkait pernyataannya mengenai mati syahid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bau Menyengat di Muja Muju, Bongkar Temuan Lansia Meninggal di Rumah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Hukuman Mati Dihapus, Dunia Soroti Motif Myanmar
- Jembatan Baru di Sinduadi Dibuka, Mobilitas dan Distribusi Lancar
- Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional
- Jadwal KRL Solo-Jogja 18 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
- Studi Ungkap Vape Bisa Hantarkan Logam Beracun ke Paru-Paru
- Cara Cegah Batuk Pilek Saat Cuaca Ekstrem Menurut Kemenkes
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Jalani Hukuman 3 Tahun
Advertisement
Advertisement





