Siap-Siap, Libur Panjang Bakal Banyak Operasi Yustisi Cegah Klaster Covid-19

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi (tengah) dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti (kanan) dalam Konferensi Pers Penanganan Covid-19 di Command Center Setda Kabupaten Magelang, Jumat (23/10/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
24 Oktober 2020 10:37 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG— Libur panjang akan tiba pada akhir Oktober 2020, di saat kondisi masyarakat masih di tengah pandemic Covid-19. Menghadapi agenda ini, Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang mempersiapkan antisipasi penyebaran virus tersebut di masa liburan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan menjelang liburan panjang mulai hari Rabu tanggal 28-31 Oktober 2020, seluruh OPD sudah diperintahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda)  untuk melaksanakan kegiatan penanganan atau antisipasi supaya tidak terjadi penyebaran Covid-19.

Baca juga: Luhut Pastikan Jadwal Pemberian Vaksin Covid-19 Bakal Molor

“Terutama akibat banyaknya warga pendatang maupun yang bepergian dari atau ke kota besar atau dari luar daerah sebaiknya juga menghindari ke Magelang. Warga juga sebaiknya menghindari pergi ke luar daerah,” katanya, dalam Konferensi Pers Penanganan Covid-19 di Command Center Setda Kabupaten Magelang, Jumat (23/10/2020).

Ia juga mengungkapkan sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan supaya menyiapkan sarana prasarana untuk penanganan Covid-19 dengan baik. Selain itu, juga dengan Kabag Ops Polres, Kodim dan Satpol PP. Sejumlah instansi tersebut akan terus operasi yustisi walaupun situasinya masa liburan panjang.

“Akan tetap digelar operasi yustisi bahkan kemungkinan akan ditingkatkan di beberapa titik bersama-sama antara Satpol PP dengan Polres dan Kodim,” jelas Nanda.

Baca juga: Merasa Jadi Alien, Luhut Tolak Disuntik Vaksin Covid-19 saat ke China

Nanda juga meminta kepada para camat dan kepala desa untuk bersiaga serta mengaktifkan kembali posko-posko pengamanan Covid-19 utamanya bagi para pendatang dari luar kota (yang datang dari zona merah). 

Kemungkinan besar, lanjut Nanda, libur panjang ini tidak menutup kemungkinan akan menyedot kedatangan masyarakat luar kota untuk berwisata di Kabupaten Magelang.

"Kita tahu mungkin selama ini masyarakat sudah jenuh di rumah, maka libur panjang ini bisa menjadi momentum mereka untuk pergi berlibur, sehingga berpotensi tempat-tempat wisata ini akan dikunjungi oleh pengunjung luar kota. Dan kemungkinan besar bisa datang ke Borobudur dan sekitarnya. Contohnya juga di Kaliangkrik yang saat ini sedang tersohor di media sosial," terang Nanda.

Meskipun beberapa destinasi wisata tetap dibuka, namun demikian ia meminta harus tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 seperti membatasi jumlah pengunjung, menyediakan tempat mencuci tangan, harus menggunakan masker, dan harus melalui pemeriksaan suhu tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti menambahkan warga bisa ikut mengantisipasi pergerakan warga yang akan datang di musim liburan nanti dengan program Jogo Tonggo. Sistem ini adalah mengawal tamu atau pendatang dari luar kota, utamanya dari zona merah.

"Misalnya datang dari zona orange atau merah (daerah yang beresiko tinggi) harapannya bisa dikawal," jelasnya.