Ahli Kesehatan Malaysia: Tidak Mungkin Seseorang Tertular Covid-19 dari Bungkus Makanan

Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19" pada (10/4/2020). - Antara\\r\\n
21 Oktober 2020 06:07 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Belum lama ini, ahli Kesehatan Malaysia mengklaim bahwa virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tidak terbukti menular lewat makanan atau bungkus makanan. Hal itu untuk merespons klaim China bahwa ada penularan baru di Negeri Tirai Bambu itu.

“Kemungkinan seseorang terpapar Covid-19 dari makanan atau dari memegang bungkus makanan sangat kecil, bahkan hampir tidak mungkin. Karena Covid-19 itu adalah infeksi yang menyerang pernapasan,” ungkap Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah, mengutip Bisnis.com--jaringan Harianjogja.com dari thestar.com, Selasa (20/10/2020).

Dia menjelaskan, rute transmisi Covid-19 adalah melalui droplet, kontak dekat antara satu orang dengan orang lain, dan secara tidak langsung pada permukaan-permukaan. Namun, belum ada bukti bahwa Covid-19 bisa ditularkan melalui makanan. 

Sebelumnya, pada Senin (19/10/2020), terdapat laporan dari Centre for Disease Control and Prevention (CDC) China bahwa ada virus Covid-19 hidup di bagian luar bungkus makanan laut beku yang diimpor ke kota Qingdao.

Namun, CDC menyebutkan bahwa risiko penularan virus dari memegang bungkus makanan laut beku atau memakan makanan tersebut sangat rendah. 

Kendati demikian, Noor Hisham juga mengimbau masyarakat di Malaysia untuk tetap mematuhi standar operasional prosedur (SOP) untuk mencegah penularan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, dan mencegah kerumunan serta mempraktikkan jaga jarak.

“Melakukan hal-hal tersebut secara bersamaan dan kolektif bisa menurunkan penularan Covid-19 sampai 85 persen. Kalau kita menargetkan untuk bisa bebas tertular Covid-19 100 persen, maka tinggallah di rumah,” imbuhnya.

Sumber : bisnis.com