Cerita Menlu tentang Pertemuannya dengan WHO, Paparkan Upaya RI Dapatkan Vaksin Corona

Menlu RI Retno Marsudi (tengah) mengadakan pertemuan dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus (kiri) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss, 16 Oktober 2020 / Kementerian Luar Negeri
17 Oktober 2020 07:47 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dua menteri Jokowi melakukan pertemuan dengan Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom di Swiss, Jumat (16/10/2020). Mereka yakni Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno menceritakan upaya Indonesia untuk mendapatkan vaksin Covid-19 melalui kerja sama dengan beberapa negara.

Selain itu, Menlu juga memberikan kabar terbaru mengenai pengelolaan Covid-19 di Indonesia, termasuk kabar terbaru terkait pengembangan vaksin Merah Putih.

Baca juga: KPK Akhirnya Tinjau Ulang Pengadaan Mobil Dinas

“Kami juga memberikan update mengenai upaya para ahli Indonesia mengembangkan vaksin nasional kita, Vaksin Merah Putih,” kata Retno saat media breafing virtual, Jumat (16/10/2020).

Pemerintah RI juga menjelaskan mengenai rencana vaksinasi dan sepakat dengan WHO untuk terus melakukan koordinasi dan komunikasi, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan vaksinasi.

Selain itu, Indonesia dan WHO juga sepakat untuk terus meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dalam pengelolaan pandemi dan kerja sama strategis lainnya di bidang kesehatan.

Baca juga: Ada Pelajar Ikut Gugat UU Cipta Kerja ke MK

“Pak Wamen BUMN juga telah bertemu dengan UNICEF untuk membahas pengadaan distribusi vaksin dari COVAX. Dan sebagaimana diketahui, dibutuhkan infrastruktur distribusi, cold-chain dan kapasitas teknis tenaga kesehatan yang kuat untuk memastikan kelancaran proses vaksinasi di Indonesia," ujarnya.

Retno dan Tedros juga membahas mengenai Foreign Policy and Global Health (FPGH). Dalam perkumpulan itu, Indonesia menjadi ketua untuk tahun ini. Sementara itu, Dirjen WHO mengapresiasi kepemimpian Indonesia dalam FPGH.

“Isu mengenai affordable health care for all menjadi lebih relevan selama pandemi ini. Kita juga melakukan tukar pandangan mengenai situasi pandemi dunia saat ini, termasuk tantangan-tantangan baru yang dihadapi negara dunia," ungkap Retno.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan perjalanannya dan Menlu ke Inggris dan Swiss adalah dalam rangka memastikan kerja sama dalam penanganan Covid-19. Ini terutama dalam memastikan ketersediaan vaksin bagi rakyat.

"Alhamdulillah rangkaian perjalanan ke Inggris dan Swiss sangat baik. Penting bagi Indonesia untuk terus menjadi bagian dari dunia dalam menangani Covid-19 . Semua jadi bagian kita untik memastikan keamanan untuk rakyat Indonesia," kata Erick.

Sumber : Bisnis.com