Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Asteroid melintasi bumi/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah asteroid dengan kecepatan yang sangat cepat saat ini sedang melewati tata surya kita, dengan NASA mengonfirmasi bahwa asteroid tersebut akan mendekati Bumi akhir pekan ini.
Satu lunar distance atau jarak bulan adalah jarak antara planet kita dan Bulan.
Asteroid itu akan melewati dengan aman di Bumi, sebelum menuju orbit planet yang lebih dekat dengan Matahari seperti Planet Merkurius dan Planet Venus dan akhirnya sebelum terbang kembali ke belakang melewati Bumi dan kemudian Mars.
Pengamat mengungkapkan bahwa asteroid itu bergerak dengan kecepatan mengejutkan yaitu 11,1 kilometer per detik. Ini berarti hampir 40.000 kilometer per jam, yang berarti ia bisa mengelilingi Bumi dalam waktu hampir tepat satu jam.
BACA JUGA: Lagi, Ponpes di Sleman Jadi Tempat Penularan Covid-19
Namun, ukuran batu luar angkasa hanya 11 meter yang berarti tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Jika ia berada di jalur tabrakan dengan planet kita yang dimana hal tersebut merupakan kejadian langka, ia hanya akan terbakar di atmosfer, dan muncul sebagai bola api atau bintang jatuh.
Meskipun demikian, pendekatannya yang dekat dengan planet kita berarti NASA telah menetapkan TK3 2020 sebagai objek dekat Bumi atau Near Earth Object (NEO).
"NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh tarikan gravitasi planet terdekat ke dalam orbit yang memungkinkan mereka memasuki lingkungan Bumi. Kepentingan ilmiah tentang komet dan asteroid sebagian besar disebabkan oleh status mereka sebagai sisa-sisa puing yang relatif tidak berubah dari proses pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu," jelas NASA dilansir dari Express.
Planet luar raksasa (Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus) terbentuk dari aglomerasi milyaran komet dan sisa potongan dan potongan dari proses pembentukan ini adalah komet yang kita lihat sekarang. Demikian pula, asteroid hari ini adalah potongan-potongan sisa dari aglomerasi awal planet dalam yang mencakup Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
"Sisa dari proses pembentukan tata surya, komet dan asteroid menawarkan petunjuk tentang campuran kimia yang membentuk planet sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Jika kita ingin mengetahui komposisi campuran purba dari mana planet-planet terbentuk, maka kita harus menentukan unsur kimiawi dari sisa-sisa puing dari proses pembentukan ini yaitu dari komet dan asteroid," Ujar NASA seperti yang dikutip dari express.co.uk
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Persija vs Persib di Super League 2026/2027 mempertemukan dua skuad dengan total nilai pasar Rp318,52 miliar.
LPS menyebut unsur investasi unitlink tidak masuk PPP. Simak jenis asuransi yang masuk dan tidak masuk cakupan penjaminan polis.
Avengers: Doomsday meraih presales US$50 juta atau Rp875 miliar di Amerika Utara. Lebih dari 70% tiketnya untuk format Infinity Vision.
Malaysia menjadi negara terbaik untuk pensiunan 2026 versi Rumavi. Thailand dan Filipina juga masuk 10 besar, Indonesia berada di peringkat ke-58.
Surat suara Pilur Gunungkidul mulai masuk tahap pencetakan setelah 91 calon lurah ditetapkan di 31 kalurahan dengan 120.887 pemilih.