Advertisement
Ketum PBNU: Negara Ini Dikuasai Orang Berduit
Tangkapan layar Kyai Said Agil Siradj di Youtube. - @Youtube.
Advertisement
Harianjogja.Com, JOGJA—Beberapa hari sejak disahkannya UU Cipta Kerja berseliweran di media sosial terkait pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bahwa negara ini dikuasai orang berduit.
Berdasarkan penelusuran Harianjogja.com, pernyataan itu sebenarnya sudah sejak sembilan bulan silam atau pada Desember 2019 saat Haul ke-6 KH Anas Sirojudin yang dihelat di Pesantren Bina Insan Mulia, Cisaat, Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat. Salah satunya diunggah oleh akun Youtube @Imjaz Official, video ceramah atau tausiyah tersebut diunggah pada 26 Desember 2019, hingga Kamis (8/10/2020) 1.565 akun dan ditonton lebih dari 78.000 orang.
Advertisement
BACA JUGA : Said Aqil Sebut Radikalisme Bukan Seperti Maling Ayam
“Mendukung bukan berarti kalo ada kesalahan tdk mengingatkan.... Betul kyai Said pemerintah hrs di ingatkan,” tulis akun @Muhammad Maftuh di kolom komentar Youtube.
Dalam tausiyah tersebut KH Said Agil mengatakan saat ini koruptor bisa tenang-tenang saja karena sistem negara sangat oligarki. “Negara ini dikuasai oleh orang-orang yang punya duit atau didukung oleh orang-orang yang punya duit. Pak Jokowi enggak punya duit, Pak Jokowi tidak punya partai karena bukan ketua partai, tapi didukung yang punya duit dan punya partai," katanya Said Agil dalam unggahan video berlogo Pesantren Bina Insan Mulia itu.
Said Agil mengatakan jika tidak punya uang maka jangan berharap bisa menjadi pejabat karena yang pegang kuasa adalah sekelompok orang yang berduit. Sekelompok kecil berduit ini kebanyakan mereka sudah kaya sejak zaman orde baru, hanya saat orde baru mereka tidak berani berpolitik. Barulah di era reformasi bebas ini, uang yang dikumpulkan di era orde baru untuk kepentingan politik. Kyai Said juga menegaskan jangan berharap NU bisa menang selama NU tidak memiliki uang dan jangan berharap NU bisa berkuasa selama tidak didukung oleh orang berduit.
BACA JUGA : Said Aqil Minta Pemerintah Libatkan NU agar Indonesia Kuat
"Melarat tidak punya duit jangan berharap jadi Bupati Cirebon, melarat tidak punya duit jangan berharap jadi Gubernur Jawa Barat. Yang pegang kuasa adalah oligarch, orang yang punya uang, sekelompok kecil yang punya duit. Atau didukung orang yang punya duit, paham mboten?" ucapnya
Apalagi dengan araknya tren ekonomi berbasis teknologi digital yang sedang berkembang pesat di Indonesia juga tak luput dari kritikan Kyai Said. Ketum PBNU dua periode ini menyebut para pemain di ekonomi digital hanya akan melahirkan kapitalis baru.
“Wong cilik pergi ke pengadilan kalah pasti, walaupun kita benar seribu persen menang atau kalah kira-kira? Walau pengacaranya pinter tapi tidak punya duit tetap kalah. Mau hutang ke bank wong cilik mau masuk aja pasti ragu-ragu. Tapi kalau orang kaya yang mau hutang, bank malah yang nawari butuh duit enggak? ada di bank banyak, kalau konglomerat ditawari tapi kalau wong cilik, diperiksa bolak-balik jaminannya, ini namanya sistem oligarch. paham?," katanya.
BACA JUGA : Gus Miftah Minta Izin Bawa Artis ke PBNU, Said Aqil: Silakan
“Alhamdulillah NU punya mabda [ideologi] kita tidak anti konglomerat tetapi konglomerat harus menarik kelas menengah, kelas menengah nyangking kelas kecil, kelas kecilnya buka pekerja rakyat kecil," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
- Emergency Alert Abu Dhabi Berakhir, UEA Nyatakan Situasi Aman
- Jadi Sorotan Publik, Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 M
Advertisement
Kelar Dibangun, Koperasi Nelayan Merah Putih di Bantul Belum Bisa Buka
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Pertumbuhan OpenAI Terkencang, Bisnis Naik 4 Kali Lipat
- 2.600 Penerbangan Batal, Ruang Udara Timur Tengah Ditutup
- Rahasia di Balik Ban Pecah Marc Marquez di MotoGP Thailand 2026
- Hasil MotoGP Thailand: Acosta Teratas, Bezzecchi Tempel Ketat
- Persela vs PSS Sleman: Laskar Joko Tingkir Tanpa Mena dan Titan Agung
- Wafatnya Khamenei Buka Babak Baru Sejarah Iran
- Motor Scoopy Tabrak Divider di Maguwoharjo, Pemotor Meninggal
Advertisement
Advertisement







