Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Gerhana matahari./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dipastikan bisa diamati di Indonesia pada Selasa (3/3/2026) petang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan masyarakat berpeluang menyaksikan langsung peristiwa astronomi langka ini, termasuk momen puncak Gerhana Bulan Total yang berlangsung pada waktu berbeda di setiap zona waktu.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan di Jakarta, Senin, bahwa berdasarkan hasil pengamatan, gerhana mulai terjadi pukul 18.03.56 WIB. Puncaknya tercatat pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
“Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi tersebut secara langsung dari berbagai wilayah, dengan catatan kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan tebal,” kata dia.
BMKG memaparkan, wilayah Indonesia bagian timur memiliki peluang pengamatan lebih optimal karena fase awal gerhana sudah terlihat sejak Bulan terbit. Sebaliknya, di kawasan Indonesia bagian barat, Bulan baru muncul ketika fase gerhana telah memasuki totalitas atau mendekati puncaknya.
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 ini akan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB atau mendekati tengah malam di Indonesia bagian timur, saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.
Secara keseluruhan, durasi fenomena Gerhana Bulan Total berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik sejak fase awal hingga selesai. BMKG merinci, fase parsialitas terjadi selama 3 jam 27 menit 47 detik, sementara fase totalitas—ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi—berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Pada saat puncak Gerhana Bulan Total, Bulan berpotensi tampak berwarna merah. Fenomena ini terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, yakni ketika cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek tersebar, sedangkan spektrum cahaya merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan.
BMKG juga mencatat sepanjang 2026 akan terjadi empat kali gerhana, terdiri atas dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau memilih lokasi dengan tingkat polusi cahaya rendah serta terus memantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total secara maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.