Advertisement
Uni Eropa Peringatkan Bahaya Eskalasi Konflik Iran
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua - Shadati
Advertisement
Harianjogja.com, BRUSSEL—Uni Eropa mendesak penghentian eskalasi konflik di Iran dan Timur Tengah setelah situasi keamanan kawasan memanas dan memicu kekhawatiran global. Seruan ini disampaikan untuk menekan potensi perang berkepanjangan yang dinilai dapat berdampak luas hingga ekonomi dunia.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada Minggu, (1/3/2026), menegaskan seluruh pihak diminta menahan diri secara maksimal guna mencegah ketegangan berubah menjadi konflik terbuka.
Advertisement
Blok negara Eropa tersebut memperingatkan kawasan Timur Tengah berada pada titik rawan jika tidak ada langkah meredam tensi yang berkembang cepat.
Dalam pernyataan diplomatiknya, Uni Eropa menempatkan perlindungan warga sipil sebagai prioritas utama sekaligus menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
BACA JUGA
Kallas menyebut eskalasi di Iran berpotensi meluas dan berdampak hingga kawasan lain, termasuk Eropa, dengan konsekuensi yang sulit diprediksi.
Uni Eropa juga menyoroti risiko ekonomi global apabila konflik mengganggu jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia. Gangguan di kawasan tersebut dinilai dapat memicu gejolak harga energi serta ketidakstabilan ekonomi internasional yang lebih luas.
Selain aspek keamanan, Uni Eropa terus mendorong jalur diplomasi agar Iran tetap mematuhi komitmen nonproliferasi nuklir.
Kerja sama penuh dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) disebut sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas jangka panjang kawasan.
UE menekankan kepatuhan terhadap Perjanjian Pengamanan Komprehensif diperlukan untuk meredam kekhawatiran global terkait potensi pengembangan senjata nuklir melalui mekanisme hukum dan dialog terbuka.
Kekhawatiran terhadap eskalasi konflik Iran dan Timur Tengah semakin menguat setelah rangkaian peristiwa di lapangan, termasuk serangan terhadap fasilitas sipil seperti sekolah dasar di Provinsi Hormozgan. Situasi tersebut mendorong Kallas memimpin konferensi video bersama para menteri luar negeri Uni Eropa pada hari yang sama guna merumuskan langkah strategis kawasan.
Koordinasi antarnegara dinilai krusial agar jalur perairan internasional tetap aman dari gangguan yang berpotensi memperburuk stabilitas politik dan ekonomi global di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
- Emergency Alert Abu Dhabi Berakhir, UEA Nyatakan Situasi Aman
- Jadi Sorotan Publik, Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 M
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, PBNU & Muhammadiyah Beri Imbauan
- UEA dan Irak Kandidat Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
- Rute Sama seperti Nataru, Sleman Antisipasi Lonjakan Mudik
- Pemain Buang Waktu di Piala Dunia 2026 Disanksi
- Apple Rilis MacBook Rp9 Jutaan, Ini Fitur Dipangkas
- FIA Cabut Aturan Dua Pit Stop Monaco 2026
- Dewa United vs Bhayangkara FC: Perebutan Poin Krusial
Advertisement
Advertisement




