Advertisement
DPR RI Minta Skenario Fiskal Darurat Dampak Konflik Iran
Foto ilustrasi. - Antarafoto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—DPR RI mendesak pemerintah segera menyiapkan skenario fiskal darurat untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik Iran terhadap ekonomi Indonesia. Permintaan ini muncul seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang dinilai berpotensi mengguncang stabilitas moneter dan harga energi global.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan langkah antisipatif perlu segera diaktifkan guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah risiko tekanan eksternal.
Advertisement
Eskalasi konflik Iran yang melibatkan negara penting dalam rantai pasok energi dunia dinilai berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah sekaligus volatilitas pasar keuangan internasional yang dapat berdampak langsung ke Indonesia.
Menurut Misbakhun, ketidakpastian global tersebut berpotensi menekan nilai tukar rupiah serta meningkatkan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, (2/3/2026), ia juga menyoroti risiko kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri karena momentum terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri saat konsumsi masyarakat meningkat tajam.
BACA JUGA
Pemerintah diminta segera menyusun langkah stabilisasi konkret agar tekanan inflasi domestik tidak semakin berat apabila harga energi melonjak.
Kementerian Keuangan diminta menyiapkan penyesuaian postur belanja negara secara realistis sebagai langkah antisipasi apabila harga minyak dunia bertahan tinggi dalam periode panjang.
Strategi penguatan cadangan fiskal serta penajaman prioritas belanja dianggap penting untuk menjaga ruang APBN tetap aman tanpa mengorbankan program perlindungan sosial bagi masyarakat.
Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter juga disebut menjadi faktor kunci untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta likuiditas pasar keuangan dari risiko arus keluar modal asing atau capital outflow.
Misbakhun menambahkan kepastian bagi dunia usaha dan rasa aman masyarakat sangat bergantung pada koordinasi erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
Kebijakan bauran yang terintegrasi diharapkan mampu meredam gejolak pasar sehingga stabilitas perbankan nasional tidak terganggu oleh tekanan eksternal.
Pemerintah juga diminta memastikan ketersediaan pasokan energi serta kelancaran distribusi logistik nasional guna mencegah potensi kelangkaan barang pokok.
Selain itu, perlindungan daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah agar tidak tergerus kenaikan harga selama periode Ramadan. Jika harga minyak global melonjak signifikan akibat eskalasi konflik Iran, pemerintah dinilai perlu menyiapkan langkah penyangga agar harga bahan bakar minyak (BBM) domestik tidak memicu efek berantai terhadap harga pangan.
Komisi XI DPR RI menyatakan akan terus memantau respons kebijakan pemerintah, mulai dari pengelolaan subsidi energi hingga efektivitas pengendalian inflasi, guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah tekanan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani Dibuka Mudik Lebaran, Masuk Gratis
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- AJI Yogyakarta Buka Posko Aduan THR Jurnalis di DIY
- Iran Klaim Sukses Luncurkan Rudal Hipersonik Operasi Janji Sejati 4
- Ahli Onkologi Ungkap Fakta Skincare yang Picu Risiko Kanker
- ASN di DIY Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
- Dispusip Sleman Dukung Kualitas Literasi Tanpa Anggaran
- Marc Klok Tegaskan Pentingnya FIFA Series 2026 Bagi Timnas Indonesia
- PBSI Evaluasi Kegagalan Tim Bulu Tangkis Indonesia di All England 2026
Advertisement
Advertisement








