Advertisement
Krisis Iran, WNI di Arab Saudi Dipantau KBRI Riyadh
Jemaah umrah / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Krisis Timur Tengah membuat KBRI Riyadh memperketat pemantauan WNI di Arab Saudi. Melalui satgas dan paguyuban komunitas, KBRI memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di berbagai wilayah, termasuk di Riyadh dan Dammam, tetap aman di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Pemantauan dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan laporan satuan tugas serta paguyuban masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Arab Saudi sebagai dasar penilaian situasi terkini WNI.
Advertisement
Pelaksana Fungsi Pensosbud 1 KBRI Riyadh, Mahendra, menjelaskan langkah tersebut menjadi bagian dari sistem deteksi dini untuk membaca perkembangan kondisi di lapangan.
“Saat ini KBRI terus memantau kondisi masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Arab Saudi melalui satgas dan paguyuban yang ada. Laporan dari mereka kami jadikan acuan untuk menilai kondisi WNI saat ini,” kata Pelaksana Fungsi Pensosbud 1 KBRI Riyadh, Mahendra, Senin (2/3/2026).
BACA JUGA
Ia menyampaikan, secara umum kondisi WNI terpantau aman. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan instalasi militer Amerika Serikat, seperti di Kota Riyadh dan Dammam.
“WNI tetap beraktivitas seperti biasa. Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan mahasiswa berbaur dengan komunitas lokal serta mengikuti arahan dan instruksi lebih lanjut dari pemerintah setempat terkait situasi ini,” ujarnya.
Mahendra menambahkan, WNI juga diminta melakukan pendataan mandiri serta menjaga komunikasi aktif dengan paguyuban dan komunitas masing-masing melalui grup WhatsApp yang tersebar di berbagai wilayah Arab Saudi.
“KBRI juga tergabung dalam grup-grup tersebut,” katanya.
Sebelumnya, KBRI Riyadh telah mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi agar tetap tenang, tidak panik, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi keamanan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
WNI juga diminta melakukan lapor diri kepada KBRI Riyadh melalui laman resmi https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html
sebagai bagian dari sistem perlindungan warga negara di luar negeri.
Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh melalui WhatsApp di nomor +966 569173990 untuk mendapatkan bantuan cepat.
KBRI Riyadh menegaskan akan terus memantau perkembangan krisis Timur Tengah secara saksama serta berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan WNI di Arab Saudi tetap terjaga, sembari memperbarui informasi situasi keamanan kepada komunitas Indonesia di Riyadh, Dammam, dan wilayah lainnya melalui jaringan komunikasi yang telah terbangun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPOM Selidiki Penjualan Tramadol Bebas di Warung-Warung
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
Advertisement
Sempat Longsor Tiga Kali, Jalur Clongop Gunungkidul Kembali Dibuka
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Iran Klaim Sukses Luncurkan Rudal Hipersonik Operasi Janji Sejati 4
- Ahli Onkologi Ungkap Fakta Skincare yang Picu Risiko Kanker
- ASN di DIY Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
- Dispusip Sleman Dukung Kualitas Literasi Tanpa Anggaran
- Marc Klok Tegaskan Pentingnya FIFA Series 2026 Bagi Timnas Indonesia
- PBSI Evaluasi Kegagalan Tim Bulu Tangkis Indonesia di All England 2026
- Warga Sleman Siap-siap, Bakal Ada 1.000 Sambungan Jargas Baru
Advertisement
Advertisement






