Gus Miftah Minta Izin Bawa Artis ke PBNU, Said Aqil: Silakan tapi Jangan Sangar

Deddy Corbuzier (kanan) dan Gus Miftah (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai Deddy Corbuzier mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Al Mbejaji, Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Jumat (21/6/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
01 Agustus 2019 09:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj menerima permintaan Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Yogyakarta, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah yang meminta izin untuk memboyong lagi sejumlah artis yang sudah hijrah untuk berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Rencana itu disampaikan langsung Said Aqil usai acara Istighotsah yang berlangsung kemarin malam.

"Silakan di lantai delapan bisa, tapi saya pesan supaya para artis yang sudah taubat itu jangan sangar. Taubatnya saya hargai tapi jangan sampai merasa paling benar," ujar KH Said Aqil.

Sebelumnya pada acara Istighotsah kemarin, Gus Miftah juga mengundang Deddy Corbuzier menghadiri acara yang bertujuan meminta kepada Allah supaya Indonesia diberi keamanan dan kedamaian.

Deddy merasa tersanjung dengan undangan tersebut, apalagi kini ia pun sudah terdaftar resmi sebagai anggota organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia tersebut.

"Saya tidak akan seperti itu karena salah satu tujuan saya masuk Islam itu justru membela minoritas-minoritas," ujar Deddy kepada KH Said Aqil.

Deddy mengatakan banyak pertanyaan kepadanya dari teman-temannya, mengapa dia tidak takut masuk Islam. Ia prihatin karena imej Islam yang menakutkan masih terpatri di benak mereka yang belum mengenal Islam yang diajarkan oleh NU.

"Kemarin saya diserang juga tuh waktu berfoto sama Dewi Praswida, mahasiswi yang bersalaman dengan Paus," ujar Deddy. Dia tidak habis pikir mengapa bersalaman saja bisa begitu membuat orang membenci perempuan berhijab itu.

"Alangkah indahnya ya kalau semua Islam mau menghargai perbedaan," ujar Deddy.

Senada dengan Deddy, Gus Miftah mengatakan sangat prihatin dengan orang Islam yang belum mau memahami perbedaan.

Gus Miftah bercerita awal mula ketertarikan Deddy pada Islam juga didasari karena sikap Gus Miftah yang mencoba merangkul Deddy dengan perbedaan.

"Saya bawa makanan ke rumahnya saat bulan puasa. Di situ Deddy heran. Karena saya menerapkan Akidah Ahlus sunnah wal jamaah yang sebenarnya," ujar Gus Miftah.

Sumber : Antara