Kartunis Nggunung Asal Magelang Menang Festival Internasional

Yustinus Anang Jatmiko, warga Ngablak, Kabupaten Magelang, berhasil meraih Juara I, kompetisi XV Edition of The Trento Economics Festival 2020. - Ist/dok pribadi
05 Oktober 2020 20:07 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG—Seorang kartunis asal Lereng Gunung Merbabu, Magelang, berhasil mengharumkan Tanah Air setelah memenangi festival kartun tingkat internasional.

Seniman tersebut bernama Yustinus Anang Jatmiko, warga Dusun Ngablak, Desa Ngablak, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Ia berhasil meraih Juara I, kompetisi XV Edition of The Trento Economics Festival 2020. Dalam festival bertema Environment and Growth itu, ia mengirimkan karya berjudul Global Warming.

Sebenarnya, pada festival yang digelar di Italia ini, ia mengirimkan tiga karya. Dua di antaranya masuk vote untuk diambil pemenang di antara ratusan karya yang masuk dari seluruh dunia. Dari dua karya tersebut, karya berjudul Global Warming berhasil meraih vote terbanyak dan mendapatkan peringkat pertama.

BACA JUGA: Puncak Hujan Meteor Terjadi pada 8 Oktober 2020, Catat Jamnya!

Kartun tersebut berupa dua hewan yakni beruang dan penguin yang berdiri di atas lapisan es. Namun, lapisan es tersebut berada di atas gedung bertingkat dan di bawahnya terdapat hiruk pikuk manusia.

Nang, panggilan akrab Yustinus Anang Jatmiko mengungkapkan karya tersebut merupakan sebuah bentuk kritik sosial atas kondisi kehidupan di bumi saat ini. "Dua hewan ini sedang bingung dan bertanya-tanya, di mana nanti akan hidup karena bumi sudah penuh bangunan dan manusia?" ujar Nang seusai mendapatkan penghargaan dari Bupati Magelang, di rumah dinas Bupati Magelang, Senin (10/5/2020).

Pria kelahiran 26 Agustus 1971 ini mengungkapkan sudah menggeluti dunia kartun sejak 1990-an. Kecintaannya pada seni lukis ini muncul begitu saja ketika ia menyadari dirinya ternyata suka menggambar.

BACA JUGA: Selain Trump, 10 Presiden AS Ini Sakit Saat Menjabat, 4 di Antaranya Meninggal Dunia

Karya-karyanya banyak bertema tentang kritik sosial seperti kehidupan orang kaya dan orang miskin, rasisme, hak asasi manusia, hingga dominasi gender. "Dari kehidupan masyarakat sekitar saya yang berada di gunung, di era perkembangan teknologi saat ini, saya banyak mendapat inspirasi," kata dia.

Ide-ide tersebut ia tuangkan dalam bentuk kartun dengan media kertas, pensil warna hingga spidol. Hasilnya, karya kartunnya banyak menghiasi lembar-lembar media cetak. Hampir seluruh media cetak di Indonesia pernah memuat karyanya.

Tak hanya itu, lulusan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini pun banyak mengikuti kontes-kontes kartun, baik tingkat nasional maupun internasional. Sebelumnya ia telah sering menang, namun untuk peringat pertama baru kali ini.

BACA JUGA: Viral Dangdutan Polsek di Tulungagung, Polda Jatim Turun Tangan

Menurutnya, kartun adalah sebuah gambar sederhana, tidak serumit lukisan yang harus detail menampilkan sesuatu. Namun, hal penting dari kartun adalah ada pesannya.

"Yang penting dari kartun adalah pesannya, bukan indahnya gambar. Karenanya selalu ada pesan dalam setiap kartun yang saya buat," ucap dia.

Nang yang pernah tinggal di Bali selama tiga tahun ini menggantungkan hidupnya dari menggambar kartun. Menurutnya, hampir setiap bulan ada kontes kartun tingkat dunia yang selalu ia ikuti. Ide-ide pun ia kembangkan agar bisa meraih hadiah. Kini, ia tinggal di lereng Gunung Merbabu untuk merawat sang ibu.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin memberi penghargaan kepada Anang Jatmiko sebagai pemuda kreatif yang tetap produktif di masa pandemi.

"Jatmiko pulang dari Bali untuk merawat orang tua. Itu semangat yang luar biasa. Di tengah merawat orang tua masih bisa memberi kontribusi mengharumkan nama Magelang," ujar Zaenal Arifin.