Libur Sekolah Dongkrak Wisata Karanganyar, Jembatan Kaca Jadi Favorit
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Puluhan orang tua di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menolak anaknya diimunisasi dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAS). Alasannya karena vaksin belum mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan BIAS mulai dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo sejak awal September lalu dengan sasaran seluruh siswa kelas I dan perempuan kelas V sekolah dasar (SD). Siswa kelas I mendapat imunisasi Rubella atau measles-rubella (MR). Sasarannya 12.517 anak. Adapun siswa kelas V mendapat vaksinasi HPV (Human Papillomavirus). Tergetnya 6.907 anak.
BACA JUGA: Warung Makan Ini Bernama Depot Andy Lau Tetapi Pasang Foto Jackie Chan
"Target kami 95 persen dari jumlah sasaran anak terimunisasi. Sejauh ini ada sekitar dua persen atau puluhan orangtua yang menolak anaknya divaksin," kata Yunia kepada JIBI, Jumat (2/10/2020).
Yunia menuturkan ada beragam alasan orangtua siswa menolak anaknya diimunisasi. Paling mendominasi adalah vaksin tidak halal. Petugas kesehatan berusaha memberi pemahaman kepada para orang tua tersebut. Namun mereka tetap menolak anaknya diimunisasi. Padahal program imunisasi dari pemerintah dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit menular seperti Rubella atau yang juga sering disebut campak Jerman. Campak ini merupakan penyakit menular yang juga disebabkan oleh virus.
Sebelumnya DKK telah mengumpulkan sekolah, serta mengundang Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai upaya pendekatan sekaligus memberikan pemahaman mengenai imunisasi MR. Namun masih ada orangtua yang menolak anaknya untuk diimunisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Bahlil Lahadalia menilai ketua umum parpol perlu melakukan tindakan nyata agar dilihat Generasi Z. Ia juga meminta kader Golkar mendengar aspirasi rakyat.
HIPMI Kulonprogo mengapresiasi program prioritas pemerintah pusat, sekaligus mendorong perluasan program untuk meningkatkan daya beli dan memperkuat UMKM daerah
Bakom menghormati aksi Greenpeace di Bundaran HI. Pemerintah menyiapkan stimulus Rp26,34 triliun dan memperkuat penanganan krisis iklim.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 21 Oktober 2026 di MPP Kabupaten Sleman, lengkap dengan jadwal Satpas, SIMMADE, dan layanan malam.
UNESA menjuarai Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah mengalahkan UM 2-0. Kompetisi berlanjut ke Yogyakarta pada 20-27 Oktober.