Bayangan Lubang Hitam yang Bergoyang Terlihat Pertama Kalinya

Lubang hitam
24 September 2020 22:07 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Untuk pertama kalinya astronom melihat bayangan lubang hitam yang 'bergoyang'. Peristiwa ini menjadi hal menarik untuk dipelajari.

Kolaborasi internasional antara astronom dan teleskop mengungkapkan gambar lubang hitam pertama yang dikenal M87*. Itu adalah lubang hitam yang berjarak sekitar 55 juta tahun cahaya dari Bumi dan memiliki massa setara dengan enam setengah miliar Matahari.

Menggunakan data arsip dari 2009 hingga 2013, para ilmuwan yang terlibat dalam proyek tersebut menemukan cincin bercahaya di sekitar lubang hitam yang bergoyang dan tidak konsisten, berubah dengan cepat dari waktu ke waktu.

Dilansir dari Express UK, Kamis (24/9) penelitian menyatakan bahwa cincin luar yang goyah itu disebabkan oleh adanya turbulensi pada piringan akresi. Disk akresi adalah lingkaran cahaya yang mengelilingi lubang hitam yang menghasilkan banyak panas dan cahaya.

Mereka tercipta ketika materi yang tersedot oleh lubang hitam menghasilkan gesekan yang besar, yang memanifestasikan objek dalam energi panas dan cahaya yang luar biasa terang.

Namun, dengan melihat sifat cahaya yang goyah, para peneliti dapat melihat sekilas struktur dinamis aliran akresi yang begitu dekat dengan cakrawala reistiwa lubang hitam dalam kondisi gravitasi ekstrem.

Maciek Wielgus, astronom di Center for Astrophysics di Harvard & Smitshonian, yang juga merupakan penulis utama makalah anyar itu menyebut tahun lalu para peneliti melihat gambar bayangan lubang hitam. Terdiri dari bulan sabit cerah yang terbentuk oleh panas dan bagian tengah yang gelap.

Akan tetapi, lanjutnya, hasil tersebut hanya didasarkan pada pengamatan yang dilakukan selama jendela itu ada sekitar 1 minggu pada April 2017. Jadi terlalu singkat untuk melihat banyak perubahan karena aliran materi yang bergolak seiring waktu.

"Sebenarnya, kami melihat cukup banyak variasi di sana, dan tidak semua model pertambahan teoretis memungkinkan terjadinya begitu banyak goyangan. Artinya, kami dapat mulai mengesampingkan beberapa model berdasarkan dinamika sumber yang diamati," katanya.

Shepman Doeleman, pendiri EHT menambahkan bahwa eksperimen awal ini menjadi harta karun bagi para peneliti berupa pengamatan jangka panjang yang tidak dapat sangat berharga.

Ketika tim pertama kali mengukur ukuran M87* pada 2009, mereka tidak dapat meramalkan bahwa itu akan memberikan pandangan pertama tentang dinamika lubang hitam. Hal ini menjadi informasi yang sangat berharga bagi para astronom untuk mengetahui lebih banyak tentang lubang hitam.

Sementara itu, Geoffrey Bower, ilmuwan proyek EHT menuturkan Pemantauan M87* dengan array EHT yang diperluas akan memberi gambaran baru dan kumpulan data yang jauh lebih kaya untuk mempelajari dinamika turbulen.

"Kami sedang mengerjakan analisis data dari observasi 2018, yang diperoleh dengan teleskop tambahan di Greenland. Pada 2021, kami merencanakan observasi dengan dua lokasi lagi untuk memberi kualitas pencitraan yang lebih lagi," tandasnya.

Sumber : Bisnis.com