20 Orang Positif Covid-19 dari Klaster Rumah Makan Semarang

ilustrasi makanan - Istimewa
12 September 2020 12:57 WIB Alif Nazzala Rizqi News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Sebanyak 20 orang dilaporkanpositif Covid-19 dari klaster rumah makan di Krobokan, Semarang hingga 20 orang. Kasus ini menambah panjang jumlah penularan virus Covid-19.

Kepala DInas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam membenarkan adanya klaster rumah makan, tetapi pihaknya tidak tahu menahu terkait nama rumah makan dan daftar nama positif yang tersebar dalam WhatsApp Grup (WAG) beberapa hari terakhir ini.

Baca juga: Antisipasi Dampak PSBB Jakarta, Ini Langkah Pemkab Sleman..

“Memang benar ada klaster rumah makan di daerah Krobokan. Sampai saat ini masih dalam penanganan dan penelusuran. Namun saya tegaskan bahwa informasi tempat makan beserta nama-nama yang tersebar di WAG seperti sekarang ini bukan resmi dari Dinkes," kata Abdul Hakam melalui siaran pers yang diterima Bisnis Sabtu (12/9/2020).

Abdul mengungkapkan bahwa nama pasien yang positif virus corona (Covid-19) masih dirahasiakan, kecuali untuk kepentingan penanganan medis. Dia mengatakan secara kode etik nama pasien dilindungi  dan nama rumah makannya.

"Jika sampai tersebar, berarti ada oknum yang kurang bertanggung jawab, dan saya pastikan itu bukan dari orang Dinkes," tambahnya.

Dia menjelaskan kronologi penemuan klaster baru tersebut berawal dari salah seorang yang confirm covid-19 diketahui dari sistem info Covid.

Baca juga: DKI Jakarta Berlakukan PSBB Total 14 September Akan Lebih Diperketat?

Kemudian pihak Dinkes meneruskan info tersebut ke Puskesmas setempat untuk segera dilakukan tracing. Setelah melakukan pemeriksaan kontak erat pada keluarga pasien tersebut, petugas puskesmas juga melakukan pemeriksaan kepada kontak erat lainnya yang diketahui memiliki aktivitas di sebuah rumah makan.

“Sejumlah 30 kontak erat sudah kita swab. Hasilnya 20 konfirm positif. Saat ini 18 orang sudah ditangani pihak Dinkes di Rumah Isolasi Rumdin, dua orang lainnya dirawat di rumah sakit karena ada keluhan sesak nafas," ujarnya.

Beliau juga menghimbau kepada masyarakat untuk selektif menerima informasi, jangan mudah percaya jika tidak jelas sumbernya.

“Insyallah semua tertangani dengan baik oleh Dinkes. Jadi mohon masyarakat untuk tidak resah, dan sekali lagi bijak menerima informasi. Tetap jaga kesehatan, disiplin protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, rajin cuci tangan dan hindari kerumunan," katanya.

Sumber : Bisnis.com