Uji Vaksin Covid-19 Oxford dan AztraZeneca Disetop

Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews
09 September 2020 10:27 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pengembangan vaksin virus corona baru atau Covid-19 potensial dari Universitas Oxford dan AstraZeneca dilaporkan telah ditunda. Penundaan ini terjadi karena adanya reaksi merugikan pada peserta uji coba klinis.

Robert Booy, Profesor Vaksinasi di Universitas Sydney mengatakan bahwa penundaan uji coba berdasarkan reaksi salah satu peserta lebih merupakan hasil dari tindakan kehati-hatian dan bukan menjadi masalah dari vaksin itu sendiri.

BACA JUGA : Ikut Uji Vaksin Corona, 42% Peserta Alami Efek Sakit Kepala

Dia mengatakan, penghentian uji coba vaksin bukanlah hal yang aneh, “Saat Anda memvaksinasi lebih dari 10.000 orang, akan ada hal-hal aneh dan menakjubkan yang terjadi pada peserta. Jadi mereka perlu menjeda proses untuk memeriksa dengan cermat apa yang terjadi,” katanya.

Booy memperkirakan bahwa proses akan kembali dilanjutkan dalam waktu 1 bulan jika penyelidikan terhadap peserta memberikan temuan yang meyakinkan. Namun, akan lebih lama jika ada insiden lanjutan yang merugikan kembali dilaporkan.

Juru bicara AstraZeneca mengatakan kepada The Guardian bahwa uji coba telah dihentikan untuk meninjau penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan, yang muncul pada salah satu peserta dalam proses uji coba.

Juru bicara tersebut menekankan bahwa reaksi yang merugikan terkait proses uji klinis hanya muncul dan tercatat pada satu peserta. Menurutnya, jeda atau penundaan percobaan merupakan hal yang biasa selama pengembangan vaksin.

“Sebagai bagian dari uji coba global random dan terkontrol yang sedang berlangsung dari vaksin virus corona Oxford, kami secara sukarela menghentikan vaksinasi untuk meninjau data keamanan oleh komite independen,” kata juru bicara seperti dikutip Guardian, Rabu (9/9).

Dalam pernyataannya, juru bicara AstraZeneca menyebut ini adalah tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan pada salah satu uji coba. Kini pihaknya tengah menyelidiki hal tersebut secara serius.

BACA JUGA : Hasil Uji Klinis: Vaksin Sinovac Lebih Aman untuk Orang

Selain itu, penundaan ini juga dilakukan untuk menjaga integritas uji coba. Dalam proses pengujian skala besar, penyakit biasanya terjadi secara kebetulan dan harus ditinjau secara independen untuk memeriksanya dengan cermat.

“Kami sedang bekerja untuk mempercepat peninjauan peristiwa tunggal ini, untuk meminimalkan potensi dampak pada jadwal uji coba. Kami berkomitmen terhadap keselamatan peserta dan standar perilaku tertinggi dalam uji coba yang kami lakukan,” imbuhnya.

Vaksin Universitas Oxford dan AstraZeneca itu awalnya diharapkan tersedia untuk publik luas pada Januari 2021 mendatang, dan merupakan salah satu dari sedikit proyek terdepan pengembangan vaksin virus corona baru.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia