Prabowo Lanjutkan Bantuan Beras untuk Desil 1-4 hingga Desember
Prabowo memerintahkan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga desil 1-4 dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
Sekolah Rakyat. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT
ianjogja.com, JAKARTA—Pemetaan potensi siswa di Sekolah Rakyat akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) agar pembelajaran lebih tepat sasaran dan sesuai karakteristik setiap anak.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat M Nuh di Jakarta, Selasa, mengatakan pemetaan talenta ini membantu menemukan keunggulan spesifik setiap anak secara lebih cepat dan efisien.
“Dampaknya luar biasa, dan tiap anak Sekolah Rakyat akan dipetakan talentanya,” ujarnya dalam rapat di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta itu, Selasa (1/7/2025).
Ia mencontohkan selama ini 30 siswa di kelas mendapat materi sama meski setiap anak memiliki karakter dan keunggulan berbeda.
“Seperti di dunia kedokteran, tak cukup semua pasien sakit kepala diberi obat generik,” katanya. Pemetaan tersebut dikembangkan bersama pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar dan akan digunakan gratis di Sekolah Rakyat.
“Ini sistem pertama kali yang Pak Ary ulurkan, di mana-mana belum ada,” kata Nuh. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pembelajaran tahap pertama Sekolah Rakyat akan dimulai di 100 titik pada 14 Juli 2025. Siswa hanya perlu lolos verifikasi administrasi dan pemeriksaan kesehatan tanpa tes akademik.
Kemensos juga menyiapkan aplikasi Manajemen Talenta untuk memetakan potensi, gaya belajar, pilihan karier, dan kebutuhan pendukung emosional siswa. “Kami ingin agar proses belajarnya benar-benar sesuai kebutuhan anak,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar menyebut bahwa selama ini di Indonesia hanya mengukur Intelligence Quotient (IQ) individu berapa dan sekolahnya bagaimana.
Namun, dengan pemetaan potensi berbasis AI dapat meningkatkan potensi anak hingga 744% sebagaimana penelitian dari Nebraska University.
Untuk itu, ia mengapresiasi gagasan soal tak ada tes akademik untuk calon siswa yang akan masuk ke Sekolah Rakyat karena ini sebagai kejutan untuk Indonesia dan dunia.
"Lewat pemetaan potensi berbasis AI ini dapat diketahui siapa yang jenius dan di bidang apa. Sehingga, nanti anak-anak dari sekolah ini mereka akan teridentifikasi dari awal, termasuk gurunya teridentifikasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo memerintahkan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga desil 1-4 dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
Draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan mengubah aturan PKWT. Masa kontrak diatur maksimal dua tahun dan dapat diperpanjang dua kali.
Rupiah ditutup menguat ke Rp17.632 per dolar AS. Pasar masih mencermati geopolitik, inflasi AS, dan peluang kenaikan suku bunga The Fed.
Fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan terbakar setelah serangan Houthi. Sebanyak 73 warga sipil dilaporkan terluka.
Ketua Tim Pengabdi USD, Haniek Sri Pratini, menjelaskan workshop tersebut bertujuan mengubah cara pandang terhadap sampah plastik di sekitar sekolah
Pelantikan 35 kepala sekolah di Kulonprogo membuat defisit guru bertambah menjadi 778 orang karena kepsek berasal dari kalangan guru.