Jepang Pertimbangkan Pemberian Vaksin Corona ke Warganya Secara Gratis, Indonesia?

Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
02 September 2020 17:57 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Jepang mempertimbangkan untuk memberikan vaksin Covid-19 gratis kepada semua penduduk. Artinya, semua biaya program vaksinasi akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Mengutip Asian Nikkei, Rabu (2/8/2020), masyarakat yang berisiko tinggi mengalami gejala parah, terutama lansia dan petugas kesehatan, akan mendapat prioritas pertama untuk vaksinasi. Selanjutnya masyarakat yang cenderung memiliki risiko penularan rendah dan sedang juga akan mendapatkan antivirus gratis.

BACA JUGA : Pemerintah Akan Gratiskan Vaksin Covid-19

Sebelumnya saat virus baru influenza menyebar di Jepang pada 2009 hingga 2010, pemerintah pusat dan daerah menawarkan vaksin bersubsidi kepada mereka yang berpenghasilan rendah. Pada prinsipnya, masyarakat membayar sendiri untuk vaksin, yang harganya 3.600 yen (US$34) untuk satu dosis dan 6.150 yen untuk dua dosis.

Vaksin untuk virus Corona saat ini dalam tahap pengembangan. Pemerintah Jepang sedang bernegosiasi dengan beberapa perusahaan farmasi, termasuk Pfizer dari AS dan AstraZeneca yang berbasis di Inggris, meminta perusahaan obat untuk memasok vaksin ke Jepang.

Pemerintah Jepang menargetkan memiliki dosis vaksin yang cukup untuk mengimunisasi seluruh penduduk pada paruh pertama 2021.

Adapun, Jepang tidak hanya akan membuat kerangka kerja untuk vaksinasi tetapi juga mempersiapkan langkah-langkah bantuan bagi mereka yang menderita efek samping dari vaksin tersebut. Ini akan membentuk sistem yang memungkinkan kompensasi dibayarkan kepada peserta dalam uji klinis. Biaya tersebut, yang biasanya dibayarkan oleh perusahaan farmasi, akan dibayar oleh pemerintah.

BACA JUGA : Ini Kisaran Harga Vaksin Covid-19 Produksi Bio Farma 

Sementara itu, dunia saat ini tengah berlomba untuk memberikan vaksin virus Corona kepada warganya. Beberapa negara memilih mengembangkan sendiri antivirus, sedangkan yang lainnya membuat perjanjian kerja sama internasional untuk pengembangan vaksin atau menjadi negara penyerap hasil produksi vaksin.

Dalam hal ini, Indonesia memiliki dua jalur pengembangan vaksin. Pertama membuat vaksin sendiri dan kedua berkerja sama dengan negara lain.

Pada 2021, Bio Farma yang berkerja sama dengan perusahaan China, Sinovac, menargetkan akan mampu memproduksi 270 juta vaksin untuk Indonesia. Sementara itu, vaksin merah putih buatan lokal akan memasuki fase produksi massal pada medio tahun depan.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan pemerintah masih terus membahas terkait dengan detail anggaran dan teknis pengadaan vaksin.

BACA JUGA : WHO Serukan Penghentian Nasionalisme Vaksin Corona

"Kemungkinan nanti akan disiapkan Perpres tersendiri untuk mengatur pengadaannya, karena harus multiyears dan kondisinya berbeda dengan pelelangan/ pengadaan barang secara umum," ujar Susi, beberapa waktu lalu (12/8/2020).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku belum mengetahui pasti biaya pengadaan untuk vaksin virus Corona.

Menurutnya, biaya vaksin ini tergantung dari jumlah, harga, dan waktu pengadaannya. Namun, dia mengungkapkan anggaran vaksin tahun ini bisa dialokasikan dari anggaran kesehatan di dalam PEN senilai Rp87 triliun.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia