Spotify Diunduh 1 Miliar di Android
Aplikasi pemutar musik Spotify mencatat jumlah unduhan 1 miliar di platform Android berdasarkan statistik Google Play Store.
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers COVID-19 di Jenewa, Swiss, Senin (2/3/2020)./Bloomberg-Stefan Wermuth
Harianjogja.com, JAKARTA - World Health Organization (WHO) meminta negara-negara di dunia untuk mengakhiri apa yang disebut dengan ‘nasionalisme vaksin’ karena akan memperburuk situasi pandemi virus corona baru atau Covid-19.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan seruan terakhir bagi negara-negara untuk bergabung dengan pakta vaksin global. WHO memberikan batas waktu hingga akhir bulan ini bagi negara-negara kaya untuk bergabung dengan Covax Global Vaccines Facility.
Inisiatif tersebut akan menuntut pembagian calon vaksin kepada negara-negara di seluruh dunia sehingga tidak ada ketimpangan antara negara kaya dengan negara berkembang dan miskin. Tedros mengatakan pihaknya telah mengirim surat ke 194 negara anggota WHO dan mendesak partisipasi mereka.
BACA JUGA : Ini Harga Vaksin Corona Buatan China
Organisasi kesehatan global itu juga menyerukan keprihatinan bahwa penyebaran pandemi sekarang didorong oleh orang-orang dari generasi yang lebih muda, yang banyak dari mereka tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Ini menimbulkan bahaya nyata bagi kelompok yang lebih rentan.
Dorongan Tedros agar negara-negara bergabung dengan Covax datang ketika Uni Eropa, Inggris, Swiss, dan Amerika Serikat mulai membuat kesepakatan dengan perusahaan pengembang vaksin prospektif.
Rusia dan China juga tengah mengembangkan vaksin dan dilaporkan para perusahaan pengembang tengah menjajaki diskusi untuk produksi vaksin bagi negara tertentu. WHO khawatir kepentingan nasional seperti ini dapat menghambat upaya penanganan pandemi yang lebih luas.
“Kita perlu mencegah nasionalisme vaksin. Berbagi persediaan terbatas secara strategis dan global sebenarnya merupakan kepentingan nasional masing-masing negara,” katanya dalam konferensi virtual seperti diikuti Channel News Asia, Rabu (19/8).
Sejauh ini, fasilitas Covax telah menarik minat dari 92 negara miskin yang mengharapkan sumbangan sukarela dan 80 negara kaya yang akan mendanai skema tersebut. Namun demikian Bruce Aylward yang memimpin inisiatif ACT Accelerator WHO menyebut beberapa negara masih menunggu tenggat waktu akhir sebelum membuat komitmen tersebut.
“Kami tidak memutar senjata agar negara mau bergabung. Kami telah melakukan lebih banyak diskusi dengan kelompok pemain yang lebih luas untuk mengatasi apa yang mungkin menjadi penghambat untuk berkolaborasi,” tandasnya.
BACA JUGA : Ribuan Warga Indonesia Mendatfar Suntik Vaksin Corona
Sebagaimana diketahui, saat ini adalah lebih dari 150 vaksin yang sedang dikembangkan, sekitar 24 di antaranya dalam uji klinis pada manusia dan beberapa bahkan sudah pada tahapan uji coba akhir. WHO menyebut bahwa negara yang menandatangani kesepakatan bilateral dapat meningkatkan peluang bergabung dengan Covax..
Mariangela Simao, Asisten Direktur Akses Obat dan Vaksin WHO mengatakan bahwa saat ini Covax memiliki sembilan kandidat vaksin. Masih belum tahu mana vaksin yang akan berhasil, tetapi bergabung dengan fasilitas ini artinya memiliki banyak kemungkinan calon vaksin.
“Bergabung dengan fasilitas Covax pada saat yang sama juga melakukan kesepakatan bilateral, [negara] Anda sebenarnya bertaruh pada sejumlah besar calon vaksin yang sedang dikembangkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Aplikasi pemutar musik Spotify mencatat jumlah unduhan 1 miliar di platform Android berdasarkan statistik Google Play Store.
Janice Tjen hadapi Caijsa Wilda Hennemann di babak pertama WTA 250 Rabat 2026 dengan status unggulan pertama turnamen.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.