Ini Kisaran Harga Vaksin Covid-19 Produksi Bio Farma dan Sinovac

Menteri Badan Usaha Milik Negara sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo
28 Agustus 2020 17:17 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan perkiraan harga vaksin Covid-19 yang bakal diproduksi Bio Farma dengan bekerja sama dengan Sinovac Biotech.

Sinovac adalah perusahaan farmasi dari China. Harga calon vaksin Covid-19 yang kini uji klinis tahap 3 di Bandung Jawa Barat itu  berkisar US$ 25 hingga US$30 atau sekitar Rp367.977 sampai Rp441.573 (dengan kurs Rp 14.716).

“Penghitungan awal harga vaksin ini untuk istilahnya bukan per dosis, tetapi untuk satu orang, karena satu orang ini dua kali suntik nantinya, dan jeda waktunya mencapai 2 minggu kurang lebih itu harganya US$25 hingga 30,” kata Erik dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Hanya saja, menurut dia, taksiran harga vaksin itu masih dihitung ulang oleh Bio Farma.

Kendati demikian, dia mengatakan, Pemerintah Pusat tengah mengkaji dua metode  vaksinisasi  Covid-19di tengah masyarakat.

Pertama, vaksinisasi yang bakal dibiayai dari APBN)atau ditanggung oleh negara. Kedua, vaksinisasi mandiri yang dibebankan kepada masyarakat.

“Kalau mau bayar sendiri kita juga mengusulkan ini, kami juga ingin memastikan tidak membebani keuangan negara secara jangka menengah, panjang karena kalau kita lihat kan per enam bulan dan dua tahun kita mesti vaksin lagi jadi kalau semua dibebankan ke pemeritah kita takutnya nanti akan memberatkan,” kata dia.

Sinovac Biotech Ltd.,berkomitmen menyuplai bulk vaksin hingga 40 juta dosis mulai November 2020 - Maret 2021 ke PT Bio Farma (Persero) dan memberikan prioritas setelahnya.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela kunjungannya ke China, Kamis (20/8/2020) untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan tiga produsen vaksin Covid-19.

Dalam kunjungan tersebut, Menlu Retno yang didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir menyaksikan penanda tanganan MoU antara Sinovac dan Bio Farma.

MoU tersebut menyepakati dua hal, yakni pertama, menyepakati prelimanary agreement of purchase and supply of bulk product of Covid-19 vaccine terkait dengan komitmen menyediakan bulk vaksin hingga 40 juta dosis vaksin mulai November 2020 - Maret 2021 kepada Bio Farma.

"Kedua, MoU untuk komitmen kapasitas bulk vaccine 2021. Sinovac akan memberi prioritas untuk suplai bulk vaccine setelah Maret 2021 hingga akhir 2021. Ini adalah kerja sama cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac," kata Retno dalam press conference secara virtual.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia