Bantah Gunakan Helikopter BNPB untuk Musda Golkar, Begini Penjelasan Ketua DPRD Riau

Teknisi Helikopter MI 171 milik BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memeriksa mesin Helikopter MI 171 di Base Off Landasan Udara TNI AU Palembang yang diselimuti kabut asap, Sumatera Selatan, Kamis (27/8). Helikopter tersebut menunggu jarak pandang membaik untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan melalui udara (water boombing) dikarenakan jarak pandang yang menurun hingga 400 meter pada pagi hari karena kabut asap. - Antara/Nova Wahyudi
25 Agustus 2020 13:57 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet dan dua anggota DPRD Riau lainnya tengah menjadi sorotan publik lantaran beredar video penggunaan fasilitas helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pengamat Kebijakan Publik, Rawa El Amady menyayangkan sikap dua orang anggota DPRD Riau yang menggunakan fasilitas negara berupa helikopter yang diduga untuk kepentingan pribadi tersebut.

Diduga tiga anggota DPRD Riau itu adalah Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet dan anggota DPRD Taufik Erman (Golkar), serta anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Riau, Agung Nugroho. Mereka terbang dengan helikopter dari Pekanbaru ke Bengkalis.

Baca juga: Sempat Berhenti karena Pandemi, Padat Karya Diusulkan Masuk Prioritas APBD Perubahan 2020

"Kalau misalnya itu disewakan tentu yang disorot BNPB, tapi kalau tak disewa berarti ada dugaan korupsi oleh DPRD,” kata Rawa kepada kepada wartawan, Senin (24/8/2020).

Helikopter merupakan aset negara yang fungsinya untuk memadamkan api saat kebakaran hutan dan lahan terutama di Provinsi Riau, katanya.

Kalau dulu BNPB mesti meminjam fasilitas itu kepada pihak swasta untuk memadamkan api.

Baca juga: Beritakan Obat Covid-19, Lima Media Online Diretas

 "Dulu kebakaran hutan, BNPB pinjam sama perusahaan, sekarang sudah ada malah dipakai untuk itu. Aneh DPRD gitu, nganggap semua punya dia. Pejabat itu pelayan rakyat, bukan malah seperti ini," katanya.

"Jangan mentang-mentang anggota DPRD seenaknya bisa pakai saja. Itu sama dengan korupsi, coba hitung berapa biaya sewa helikopter sekarang? Berapa jam dibawanya? Berapa uangnya? Itu kan korupsi,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet membantah dirinya naik helikopter itu dalam rangka untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar.

Ketika dihubungi, dia mengaku melakukan kunjungan kerja meninjau kebakaran di Bengkalis, bukan untuk mengikuti acara partai.

“Saya pakai dalam rangka mengecek kebakaran hutan dan lahan. Saya kan mau melihat kebakaran di dapil saya, ya wajar dong. Kalau ada yang mempelintir saya ke acara partai, itu salah. Nanti saya buat pers release-nya,” ujar Eet singkat.

Sebelumnya, Taufik Erman mengaku tidak tahu menahu. Sebab, saat itu dia mengaku hanya menumpang dan diajak oleh ketua DPRD Indra Gunawan Eet.

"Saya cuma diajak sama Ketua DPRD Riau. Kalau soal itu (peminjaman atau penyewaan helikopter) saya enggak ngerti dan tidak tahu. Kalau diajak ikut, saya ikut. Enggak ada saya nyewa atau mau bayar heli, dan saya juga tidak punya jalur untuk itu," kata Taufik.

Sumber : Bisnis.com