Kemenparekraf Ambil Karya Orang Tanpa Izin, Joko Anwar: Memalukan

Joko Anwar. - Suara.com.
19 Agustus 2020 15:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sutradara Joko Anwar menegur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sebab, Kemenparekraf dinilai telah mengambil karya orang tanpa izin.

Teguran itu disampaikan oleh Joko Anwar melalui akun Twitter miliknya @jokoanwar.

Joko menjelaskan, akun Instagram Kemenparekraf mengunggah materi promosi teater musikan secara virtual yang digarap oleh Galeri Indonesia Kaya dan Boow Live.

BACA JUGA : Hak Kekayaan Intelektual Penting untuk Menggerakkan

Namun, materi tersebut diambil tanpa izin. Bahkan, materi promosi tersebut juga dimodifikasi. Logo penyelenggaranya yakni Galeri Indonesia Kaya dan Boow Live dihapus kemudian diganti dengan logo Kemenparekraf.

"Galeri Indonesia Kaya dan Boow Live bikin teater musikal. Lalu materi promonya dicomot, dimodifikasi, diposting di akun Instagram Kemenparekraf. Logo penyelenggara dihapus, diganti logo Kemenparekraf," ujar Joko seperti dikutip Suara.com, Rabu (19/8/2020).

Tak hanya itu, Kemenparekraf juga mengganti jenis font logo desain. Informasi yang disampaikan oleh Kemenparekraf juga dinilai tidak sesuai.

Joko menyebut materi promosi tersebut telah dihapus di akun Instagram Kemenparekraf. Penghapusan tersebut dilakukan setelah penyelenggara melayangkan kritik.

BACA JUGA : Jangan Enggan Urus HKI, Manfaatnya Banyak Sekali

Joko Anwar mengaku merasa bingung dengan Kemenparekraf. Ia menilai tindakan yang dilakukan oleh Kemenparekraf sangat memalukan.

"Ada apa ini? Memalukan sekali," ungkap Joko.

Tegur Tjahjo Kumolo

Sutradara Joko Anwar gerah gara-gara akun Twitter milik Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo membagikan tautan film-film Indonesia bertema perjuangan di situs berbagi video Youtube.

Melalui akun Twitter miliknya, Joko Anwar menuliskan banyak tautan yang dibagikan akun Tjahjo Kumolo tersebut diunggah secara ilegal tanpa izin pemilik hak cipta filmnya.

"Nggak ada gunanya kita merayakan 75 tahun merdeka kalau mengambil hak orang lain, apapun alasannya," tulis Joko Anwar.

Menurut pembesut film Perempuan Tanah Jahanam dan remake Pengabdi Setan itu, mustahil mengedukasi rakyat tentang hak atas kekayaan dan intelektual kalau pemerintahnya tidak paham.

Dalam cuitannya, Joko Anwar juga mengunggah hasil tangkapan layar pemilik akun @tjahjo_kumolo yang membagikan tautan-tautan film gratis Indonesia tentang perjuangan.

Sumber : suara.com