Advertisement
India Klaim Geser Jepang Jadi Ekonomi Terbesar Keempat Dunia
Bendera India (Freepik)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah India mengklaim berhasil melampaui Jepang sebagai ekonomi terbesar keempat dunia berdasarkan proyeksi PDB terbaru dan menargetkan posisi ketiga global dalam beberapa tahun ke depan.
Klaim ini didasarkan pada perhitungan internal pemerintah yang menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) India telah mencapai US$4,18 triliun (sekitar Rp69.000 triliun). Data tersebut selaras dengan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) untuk tahun 2026 yang menempatkan ekonomi India di angka US$4,51 triliun, sedikit di atas Jepang yang diproyeksikan sebesar US$4,46 triliun.
Advertisement
"India termasuk di antara ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan berada pada posisi strategis untuk mempertahankan momentum ini," bunyi catatan pengarahan ekonomi pemerintah India sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (1/1/2026). Pemerintah memproyeksikan PDB India berpotensi menyentuh angka US$7,3 triliun pada 2030.
Optimisme New Delhi muncul meskipun harus menghadapi tekanan eksternal yang berat. Salah satu tantangan utama adalah kebijakan tarif besar yang dikenakan Amerika Serikat sebagai respons atas pembelian minyak dari Rusia oleh India. Meski demikian, India menegaskan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan mencerminkan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian perdagangan global.
BACA JUGA
Tantangan Nyata: PDB Per Kapita dan Lapangan Kerja
Di balik angka agregat yang memukau, metrik lain menunjukkan tantangan besar yang belum terselesaikan. Berdasarkan data Bank Dunia, terdapat ketimpangan tajam pada aspek kemakmuran individu:
- PDB per kapita India: US$2.694
- PDB per kapita Jepang: US$32.487
- PDB per kapita Jerman: US$56.103
Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia, India memiliki tantangan demografi di mana lebih dari seperempat dari 1,4 miliar penduduknya berada di rentang usia 10–26 tahun. Pemerintah masih berjuang keras menciptakan lapangan kerja bergaji tinggi bagi jutaan lulusan muda yang masuk ke pasar kerja setiap tahunnya.
Reformasi Kebijakan dan Tekanan Mata Uang
Perdana Menteri Narendra Modi telah meluncurkan berbagai stimulus, termasuk pemotongan pajak konsumsi dan reformasi ketenagakerjaan. Namun, langkah ini dibayangi oleh pelemahan nilai tukar rupee India yang sempat menyentuh rekor terendah terhadap dolar AS pada Desember 2025.
Klaim India sebagai ekonomi terbesar keempat dunia ini masih menunggu konfirmasi resmi melalui data PDB tahunan final yang akan dirilis sepanjang tahun 2026. Jika terverifikasi, pencapaian ini akan menjadi tonggak sejarah baru setelah sebelumnya India berhasil melampaui Inggris pada 2022 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
- BMKG: Gempa M7,6 Ternate Akibat Sesar Naik, Warga Diminta Jauhi Pantai
- Event Jogja 2 April 2026, dari Tulus hingga Kirab Budaya
- LHKPN Presiden Masih Diproses, Harta Wapres Sudah Terbuka
- Jadwal Misa Trihari Suci dan Paskah 2026 Paroki se-DIY
- Ucapan Kamis Putih 2026, Penuh Makna Kasih dan Kerendahan Hati
- Listrik Padam Hari Ini: Sleman dan Kota Jogja Kena Giliran
Advertisement
Advertisement








