Dianggap Rawan Intoleransi & Radikalisme, Tiga Kawasan di Solo Dirazia Ratusan Polisi

Jajaran Polresta Solo serta Dalmas dan Brimob Polda Jateng merazia barang bawan pengendara di kawasan Mojo, Pasar Kliwon, pada Sabtu (15/7/8/2020) siang. - JIBI/Solopos.com/Ichsan Kholif Rahman
15 Agustus 2020 18:17 WIB Ichsan Kholif Rahman News Share :

Harianjogja.com, SOLO—Jajaran Polresta Solo yang disokong Dalmas dan Sat Brimob Polda Jateng menggelar razia di kawasan Kecamatan Pasar Kliwon dan Kecamatan Jebres. Aparat memeriksa barang bawaan pengguna kendaraan sementara personel bermotor menyisir setiap gang di kawasan yang dianggap rawan intoleransi dan radikalisme.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memimpin langsung jalannya operasi yang melibatkan 250-an personel kepolisian itu. Kapolresta menyebut operasi itu merespons tindak kekerasan oleh kelompok intoleran yang terjadi pada pekan lalu.

BACA JUGA: Tersangka Penyerangan Atas Nama Agama di Solo Menangis Saat Digelandang Polisi

“Lokasi-lokasi yang rawan gangguan kamtibmas seperti kekerasan, intoleransi, premanisme, dan radikalisme. Selain razia barang bawaan, kami menyisir di seluruh sudut kampung kawasan Pasar Kliwon dan Gandekan, Jebres,” ujar Kapolresta Solo saat dijumpai wartawan di sela-sela kegiatannya pada Sabtu (15/8/2020) siang.

BACA JUGA: Pelaku Intoleransi di Solo Diciduk Lagi, Kapolda Janji Tak Beri Ruang Kelompok Intoleran

Ia menambahkan kegiatan itu juga untuk mewujudkan keamanan Kota Solo agar masyarakat dapat produktif di tengah pandemi serta menindaklanjuti perintah Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi kelompok intoleran maupun premanisme.

Ia menegaskan komitmen kepolisian tegas dan jelas untuk memproses hukum bagi siapa saja yang menganggu Kamtibmas.

BACA JUGA: Muhammadiyah & GP Ansor Kecam Penyerangan terhadap Midodareni di Solo

"Alhamdulillah, seluruh elemen masyarakat satu napas mendukung kepolisian menindak tegas pelaku intoleransi, kekerasan, radikalisme, dan premanisme. Tentunya, kami berharap kejadian Mertodranan itu tidak terulang kembali," ujar dia.

Ia menambahkan kegiatan razia itu menyasar pengunaan senjata tajam dan bahan peledak. Ia menyebut dalam beberapa waktu ke depan, Kapolresta Solo telah membuat program untuk rutin merazia barang bawan warga di lokasi rawan gangguan Kamtibmas.

"Tiada hari tanpa razia di lokasi rawan. Ini untuk menjaga kondusivitas Kota Solo," ujar Kapolresta.

Sumber : JIBI/Solopos