Basarnas Temukan Dua Korban KM Virgo, Total 12 Meninggal
Basarnas menemukan dua korban meninggal KM Virgo Transport 8 di dalam kapal. Hingga Senin siang, 123 orang masih dalam pencarian.
Ilustrasi teroris ISIS./Shutterstock
Harianjogja.com, IRAK - Anak-anak dari etnis minoritas Yazidi, yang selamat dari penahanan brutal oleh kelompok ISIS atau Negara Islam di Irak, menderita masalah kesehatan fisik dan mental yang parah.
Informasi tersebut berasal dari Amnesty International.
Disebutkan bahwa banyak anak Yazidi terbunuh ketika ISIS menyerbu wilayah mereka pada 2014 lalu.
Hampir 2.000 anak-anak Yazidi yang selamat tidak mendapatkan perhatian dan perawatan yang mereka butuhkan.
Kisah perempuan Yazidi yang ditolak karena punya anak dari suami petempur ISIS.
"Saya diperkosa setiap hari selama enam bulan,"kata penyintas Yazidi, Nadia Murad, dapat penghargaan HAM
Lembaga Amnesty International mengatakan anak-anak itu kini terlantar dan sangat membutuhkan dukungan secara jangka panjang.
Ketika ISIS menyerbu ke wilayah leluhur mereka di Irak utara, orang-orang Yazidi melarikan diri ke Gunung Sinjar.
Banyak yang terbunuh dan sekitar 7.000 perempuan, diantaranya yang berusia remaja, ditangkap dan diperbudak. Tidak sedikit dari mereka diperkosa.
Sejumlah anak laki-laki telah kehilangan anggota tubuhnya selama pertempuran, sementara beberapa anak perempuan yang menjadi korban perkosaan kemungkinan tidak akan dapat memiliki anak.
Amnesty menyerukan para perempuan Yazidi yang diperbudak dan memiliki anak dari para petempur ISIS agar dipertemukan dan berkumpul kembali dengan anak-anaknya yang berada di luar negeri.
Berdasarkan hasil puluhan wawancara di Irak utara, laporan Amnesty itu mengungkapkan bahwa anak-anak Yazidi itu mengalami luka-luka jangka panjang serta gangguan stres pasca-trauma.
Aspek pendidikan merupakan sesuatu yang langka di kamp-kamp pengungsian tempat puluhan ribu orang-orang Yazidi terjebak di dalamnya.
Kaum perempuan Yazidi yang dipaksa menikah dengan petempur ISIS juga berjuang untuk menyembuhkan luka-luka psikologis.
"Saya ingin memberi tahu [komunitas kami] dan semua orang di dunia, tolong terimalah kami, dan terima pula anak-anak kami ... Saya tidak ingin punya bayi dari orang-orang ini [ISIS]. Saya terpaksa punya anak laki-laki," kata Janan, yang berusia 22 tahun, kepada Amnesty.
Banyak perempuan Yazidi dipisahkan dari anak-anaknya ketika mereka melarikan diri dari wilayah yang menjadi pertahanan terakhir ISIS di Suriah.
"Kami semua berpikir untuk bunuh diri, atau mencoba melakukannya," kata Hanan, 24 tahun, yang anaknya diambil secara paksa darinya.
Amnesty mengatakan para ibu harus dipersatukan kembali dengan anak-anaknya secara permanen.
"Para perempuan ini diperbudak, disiksa dan menjadi sasaran kekerasan seksual. Mereka seharusnya tidak menderita akibat hukuman lainnya," kata Matt Wells, salah-seorang pimpinan Amnesty International.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Basarnas menemukan dua korban meninggal KM Virgo Transport 8 di dalam kapal. Hingga Senin siang, 123 orang masih dalam pencarian.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.