Kasus Covid-19 Mereda, Inggris Mulai Longgarkan Lockdown

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020). - Bloomberg/Simon Dawson
22 Juni 2020 07:57 WIB Renat Sofie Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Perdana Menteri Boris Johnson siap melancarkan pelonggaran lebih lanjut untuk kegiatan perekonomian Inggris seiring dengan menurunnya angka kasus baru Covid-19.

Pekan ini, Johnson berencana menentukan bagian mana lagi dari ekonomi Inggris yang akan diizinkan untuk kembali beraktivitas pada Juli. Johnson juga dikabarkan akan melonggarkan langkah-langkah pembatasan sosial yang akan berdampak pada industri hiburan negara ini.

Perincian terkait hal ini direncanakan akan dipaparkan di hadapan Parlemen Inggris pada Selasa (23/6/2020) waktu setempat setelah penyampaian kesimpulan dari tinjauan aturan pembatasan jarak sosial (social distancing) sejauh 2 meter.

BACA JUGA : Warga Jogja Ramai-Ramai "Lockdown" Kampung

Level peringatan pandemi virus corona (Covid-19) Inggris diturunkan pekan lalu, setelah virus ini dinilai tidak lagi menyebar secara eksponensial pascalockdown yang diberlakukan selama hampir tiga bulan. Pedoman pemerintah pada tahap tersebut memungkinkan dilakukannya relaksasi langkah-langkah social distancing.

“Rencananya jelas menunjukkan hasil, karena jumlah infeksi baru menurun, jumlah pasien di tempat tidur berventilasi di rumah sakit misalnya turun, dan untungnya jumlah pasien yang sekarat turun,” tutur Menteri Kesehatan Matt Hancock dalam sebuah wawancara dengan BBC pada Minggu (21/6/2020).

“Kami akan melihat langkah lain dalam rencana itu,” tambah Hancock, seperti dilansir Bloomberg.

Sepekan setelah pemerintah mengimbau masyarakat untuk kembali berbelanja, Inggris berada di jalur untuk membuka kembali bagian ekonomi termasuk bisnis perhotelan.

“Setiap pelonggaran jarak sosial dapat dilakukan dalam kombinasi dengan langkah-langkah lain seperti mengenakan masker atau menggunakan layar di toko-toko,” katanya lagi.

BACA JUGA : Sejumlah Negara Ini yang Mulai Longgarkan Lockdown

Setelah menghadapi kritik selama berpekan-pekan seputar penanganan Covid-19, pemerintahan Johnson kini harus menyeimbangkan langkah kembali ke kondisi normal sambil membatasi risiko lonjakan baru dalam angka infeksi.

Pemerintahannya telah menghadapi tekanan khusus dari bagian-bagian industri hiburan dan perhotelan untuk melonggarkan social distancing agar memungkinkan industri ini beraktivitas kembali dengan cara yang layak secara finansial.

Pedoman terperinci akan dipublikasikan untuk setiap sektor sehingga bisnis-bisnis dapat dibuka kembali dengan aman, menurut pernyataan dari kantor Perdana Menteri.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia