Sejumlah Negara Ini yang Mulai Longgarkan Lockdown

Jalanan kosong terlihat di depan stasiun kereta api Centrale di Milan, Italia, Selasa (10/3/2020). Italia menjadi negara pertama yang mencoba melakukan kebijakan lock down (penguncian) untuk menghentikan penyebaran virus corona. Bloomberg - Camilla Cerea
20 April 2020 15:07 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dampak pandemi corona, sejumlah negara telah menetapkan lockdown. Namun, beberapa di antaranya mulai melonggarkan kebijakan lockdown di tengah peningkatan jumlah kasus Covid-19 setelah China.

Beberapa negara tersebut termasuk negara-negara dengan persebaran Covid-19 tertinggi. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan perekonomian di negaranya. Berikut adalah daftarnya:

1. Italia

Dikutip dari The Guardian, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi PDB Italia akan turun 9,1% pada 2020. Beberapa toko buku, binatu, dan toko baju anak-anak mulai kembali dibuka di sejumlah daerah.

Pekerja di sektor kehutanan dan manufaktur teknologi sudah kembali bekerja. Sementara kebijakan pencabutan lockdown secara penuh rencananya akan dilakukan pada 4 Mei.

WHO mencatat jumlah kasus Covid-19 per 19 April di Italia mencapai 175.925 orang dengan jumlah kasus baru hingga 3.491. Sebanyak 23.227 jiwa telah meninggal.

2. Spanyol

Dilansir dari CNS News, Spanyol yang kini menjadi negara dengan infeksi tertinggi kedua di dunia juga mulai membuka pertokoan. Hal ini dimulai dengan sektor konstruksi dan bisnis manufaktur bagi pekerja yang tidak bisa melakukan work from home.

Sejumlah polisi dan para relawan membagikan masker di stasiun. Namun, tempat hiburan seperti bar dan tempat publik tetap tutup sampai 26 April.

Sebanyak 191.726 kasus Covid-19 tercatat di Spanyol dengan 3.658 kasus baru. Sebanyak 20.043 orang telah meninggal dunia akibat pendemi.

3. Amerika Serikat

Dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi hingga 695.353 dan jumlah kasus baru sebanyak 30.023, rakyat AS ternyata tetap lebih memilih kebijakan lockdown dicabut.

Dengan kasus kematian yang terus meningkat hingga 32.427 jiwa, Presiden Donald Trump mulai menyusun rencana kembali membuka aktivitas ekonomi negaranya.

Sejumlah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh warga AS menuntut pencabutan lockdown terjadi di beberapa daerah, seperti Michigan, Ohio, North Carolina, Minnesota, Utah, Virginia dan Kentucky.

Para partisipan demo mengatakan bahwa lockdown menentang kebebasan konstitusi.

Trump dalam akun resmi di Twitter mengunggah cuitan bertubi-tubi, “Bebaskan Minnesota", "Bebaskan Michigan", dan “Bebaskan Virginia.”

Rencana kembali membuka aktivitas ekonomi sontak mengundang kritik. Trump mengomentari laporan Fox News yang mengabarkan bahwa pemerintah membuka ekonomi AS terlalu cepat.

“Tetapi jika saya mengulur waktu lagi, mereka akan bilang bahwa saya bergerak lamban. Ini hanya omongan politis bagi mereka. [Namun] ini tentang kehidupan dan masa depan negara kita,” cuitnya.

4. Perancis

Berdasarkan laporan France 24 Senin (20/4), Perdana Menteri Perancis Édouard Philippe telah merencanakan relaksasi lockdown secara bertahap pada 11 Mei 2020.

“Kehidupan kita pada 11 Mei tidak akan seperti sebelumnya. Tidak segera, dan mungkin tidak untuk waktu lama. Kita harus belajar hidup bersama dengan virus,” katanya.

Dengan adanya relaksasi tersebut, masyarakat harus tetap melakukan masker di transportasi publik. Bagi yang masih bisa melanjutkan pekerjaan dari rumah, dianjurkan untuk tetap bekerja dari rumah.

Cafe dan restoran di Perancis akan tetap tutup. Adapun supermarket harus memastikan social distancing tetap berlaku dengan menyediakan pembersih tangan. Sekolah akan dibuka kembali sedikit demi sedikit, katanya, tetapi perinciannya belum selesai.

Total kasus Covid-19 di Perancis mencapai 108. 163 per 19 April 2020 dengan kematian mencapai 18.659 orang

5. Austria

Austria sudah mulai melonggarkan restriksi di beberapa tempat seperti taman, pertokoan kecil, dan toko kebun sejak pekan lalu. Jika wabah tetap belum tertangani, semua pertokoan dibuka kembali pada 2 Mei dan restoran pada pertengahan Mei.

Kanselir Sebastian Kurz mengatakan negara itu berada di jalur yang benar. Dia berterima kasih kepada warga atas kedisiplinan mereka. "Kami sekarang mengambil langkah pertama kembali ke normalitas baru. Tapi selesainya krisis ini masih jauh," katanya dikutip dari The Guardian.

Jumlah kasus Covid-19 di Austria mencapai 14.662 dengan total kematian 443 orang. Jumlah kasus baru mencapai 59 orang.

6. Selandia Baru

Berdasarkan laporan Bloomberg, Senin (20/4), Selandia Baru akan merelaksasi kebijakan lockdown secara bertahap dalam sepekan seiring dengan penurunan kasus Covid-19.

Selandia Baru akan menurunkan status darurat negaranya dari level 4 menjadi level 3 pada 27 April. Keputusan tersebut akan ditinjau kembali pada 11 mei.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan masih berusaha keras untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Atas rekomendasi direktur jenderal kesehatan, yang yakin saat ini tidak ada penularan yang tidak terdeteksi secara luas di Selandia Baru, hari ini kita dapat mengambil pendekatan yang seimbang dalam transisi tingkat siaga dan memulai kembali perekonomian kita,” katanya.

Kemungkinan hampir dua kali lipat pekerja di Selandia Baru bisa kembali bekerja. Industri seperti konstruksi dan manufaktur dapat dilanjutkan kembali asalkan mereka dapat menyediakan tempat kerja yang aman. Namun hospitality outlet dan peritel harus memenuhi kriteria sulit untuk dibuka kembali.

Jumlah kasus baru di Selandia Baru mencapai empat orang dengan total kasus sebanyak 1.098 dan 11 kematian.

Sumber : Bisnis.com