Dentuman Keras Terdengar di Gorontalo, Warga Sempat Panik
Dentuman keras terdengar di sejumlah wilayah Gorontalo sekitar pukul 00.22 Wita. Warga sempat panik dan menduga ada meteor jatuh.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KLATEN - Kira-kira tiga bulan, para siswa melakukan kegiatan belajar di rumah dengan bantuan internet. Kondisi ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.
Sejumlah orang tua siswa di Klaten berharap kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali dibuka. Ada beragam alasan hingga para orang tua memilih anak mereka bisa tetap belajar di sekolah di tengah pandemi Covid-19.
Salah satu warga, Sukamto, 48, mengatakan ada dua anaknya yang kini duduk dibangku SD dan SMK. Salah satu anak Sukamto kini duduk di bangku kelas V SD Kanisius Murukan.
Sejak pembelajaran daring diberlakukan, Sukamto menuturkan kegiatan belajar mengajar dilakukan memanfaatkan aplikasi perpesanan whatsapp (WA).
“Lewat grup WA atau japri materi pembelajaran difoto dan dikirimkan guru. Dari rumah siswa mengerjakan dan hasil pekerjaan difoto kemudian dikirimkan. Terkadang ada tugas membuat video aktivitas seperti kegiatan bercocok tanam atau memanfaatkan limbah,” kata Sukamto saat berbincang dengan solopos.com, Selasa (16/6/2020).
Sukamto mengatakan dia dan istrinya mendampingi anaknya untuk mengikuti pembelajaran secara daring tersebut. “Hampir setiap hari ada tugas. Kalau tidak ada tugas anak bermain,” kata warga Desa Kalitengah tersebut.
Sementara, satu anaknya yang kini duduk dibangku kelas XI salah satu SMK negeri di Klaten mengikuti pembelajaran secara daring memanfaatkan aplikasi telekonferensi.
“Kalau yang tingkat SMK itu saya sekadar mengawasi. Karena untuk mendampingi ketika mengerjakan tugas saya sendiri terus terang sudah tidak bisa mengikuti,” urai dia.
Sukamto berharap sistem pembelajaran di sekolah bisa segera dibuka kembali dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dia sepakat dengan skenario tiga sif yang direncanakan Disdik Klaten dengan membatasi jumlah siswa dan jumlah hari siswa belajar di sekolah.
Sukamto menilai selama ini sistem pembelajaran secara daring yang digulirkan tidak efektif. Pengawasan kegiatan belajar mengajar anak kurang. Selain itu, anak mulai jenuh berada di rumah.
Selain itu, Sukamto mengakui pengeluarannya membengkak terutama untuk kebutuhan paket internet. “Setidaknya saya harus menyediakan dana khusus untuk kuota internet. Sepekan itu sekitar Rp23.000,” jelas dia.
Orang tua siswa lainnya, Sigit, 40, juga sepakat jika siswa bisa kembali belajar di sekolah dengan pembatasan ketat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Dia pun siap ketika harus menyediakan perlengkapan tambahan seperti masker serta sarung tangan ketika anak kembali belajar di sekolah.
“Yang jelas itu anak mulai jenuh. Selain itu, pendampingan pembelajaran siswa kurang. Tentunya berbeda ketika proses pembelajaran anak didampingi guru dan orang tua,” kata salah satu orang tua siswa di SDN Sumyang tersebut.
Kepala SMPN 2 Karangnongko, Anik Ariastuti, mengatakan selama ini proses pembelajaran daring dilakukan memanfaatkan aplikasi quipper school, google form, google classroom, serta WA.
“Sejauh ini berjalan lancar. Tetapi kendala selama ini terutama pada sinyal internet. Karena wilayah kami berada di daerah pegunungan [lereng Gunung Merapi]. Untuk antisipasi sinyal itu anak-anak turun atau merapat ke tempat lain untuk mendapatkan sinyal internet yang bagus. Tetapi tetap kami imbau mematuhi protokol kesehatan,” kata Anik.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Wardani Sugiyanto, mengatakan sistem pembelajaran secara daring tetap berlanjut mengikuti instruksi Mendikbud terkait belajar kembali di sekolah hanya bisa dilakukan di daerah zona hijau Covid-19.
“Untuk modelnya bisa memanfaatkan aplikasi atau melalui televisi. Mudah-mudahan pada Juli nanti kasus Covid-19 di Klaten bisa reda hingga kami bisa mulai melakukan pembelajaran dari sekolah dengan skenario pertama [siswa masuk ke sekolah sekali dalam sepekan],” kata Wardani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Dentuman keras terdengar di sejumlah wilayah Gorontalo sekitar pukul 00.22 Wita. Warga sempat panik dan menduga ada meteor jatuh.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.
Mario Aji gagal ke Q2 dan dipastikan start posisi 22 di Moto2 San Marino 2026. Senna Agius tercepat di Q2 dengan 1 menit 33,718 detik.