Anies: Pandemi Corona Paksa Manusia Memaksimalkan Teknologi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) dan Direktur Keuangan PT KAI (Persero) Rivan A Purwantono (kiri) meninjau penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2020). - Antara
17 Juni 2020 03:27 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa peran teknologi informasi berpengaruh besar terhadap masa transisi pandemi Covid-19.

Hal ini diungkap Anies saat meninjau penerapan protokol kesehatan sekaligus pembukaan kembali operasional mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan bersama Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Selasa (16/6/2020).

Menurut Anies, pengelolaan protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar masa tranaisi (PSBBT) di mal oleh APPBI menurutnya bisa menjadi percontohan karena penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Terus pertahankan supaya semuanya tertib seperti ini. Mudah-mudahan Jakarta bisa jadi contoh untuk tempat-tempat lain di seluruh Indonesia karena di sini yang paling tegas dan bagus sekali, saya tadi masuk ke mal tempat ini dan harus scan dengan QR Code, transaksi juga serba cashless, touchless, dan harapannya ini memunculkan satu kebiasaan baru," ujar Anies.

Anies berharap besar kegiatan di pusat perbelanjaan kegiatannya produktif, keselamatannya terjaga, dan kesehatannya terjamin. Anies pun berharap hasil transaksi dari pusat perbelanjaan bisa recover dengan cepat. Terlebih, transaksi di dalam mal yang masuk menjadi beragam basis pajak, juga merupakan salah satu tulang punggung pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta

"Ini barangkali suatu pelajaran yang menarik. Krisis kesehatan, krisis ekonomi itu sisi beratnya. Tapi ada sisi opportunity-nya, muncul lompatan pemanfaatan teknologi. HP-nya dari dulu sudah ada. Teknologinya dari dulu sudah ada, tapi belum dipaksa untuk dipakai dan sekarang dipakai," jelasnya.

Anies juga mencontohkan terkait pertemuan, rapat menggunakan video conference atau pembayaran nontunai yang makin masif di segala sektor.

"Kondisi pandemi ini memaksa kita memanfaatkan semua potensi yang sesungguhnya ada di kita. Mudah-mudahan ke depan kita akan bisa lebih baik," tutupnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia