Gaptek, Sebagian Guru di Solo Tak Bisa Gunakan Aplikasi Pembelajaran Jarak Jauh

Aplikasi Zoom (Twitter/Zoom)
16 Juni 2020 09:47 WIB Akhmad Ludiyanto News Share :

Harianjogja.com, SOLO — Kegiatan belajar-mengajar jarak jauh di Solo masih terkendala kondisi sebagian guru yang gagap teknologi atau gaptek dalam menggunakan perangkat komunikasi. Dinas Pendidikan (Disdik) Solo mengakui masih adanya masalah tersebut.

Kepala Disdik Solo, Etty Retnowati, mengatakan salah satu permasalahan dalam pembelajaran daring adalah kemampuan guru dalam penguasaan teknologi informasi (TI). Padahal, ini sangat diperlukan mengingat pandemi Covid-19 belum jelas kapan akan berakhir.

Menurutnya, masih ada sebagian guru di Solo yang belum familiar dengan TI alias gaptek. Bahkan penggunaan aplikasi yang populer dan kerap dipakai dalam pembelajaran-pembelajaran daring saat ini pun ada yang belum menguasai.

Karena itu, dia mendorong sekolah menyelenggarakan pelatihan TI. “SDM memang perlu didorong agar bisa mengikuti perkembangan TI. Karena, mau tidak mau mereka harus beradaptasi dan menggunakan TI. Makanya sekolah kami dorong untuk mengadakan pelatihan guru untuk meningkatkan kemampuan TI-nya,” ujar Etty, Senin (15/6/2020).

Persoalan sebagian guru yang gaptek TI ini juga diakui Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS SMP Solo, Sutarmo. Menurutnya, tadinya masih banyak guru yang tidak suka dengan penggunaan TI.

Namun setelah adanya pandemi Covid-19 yang berimbas pada penerapan pembelajaran online, mereka terpaksa menjalankan pembelajaran jarak jauh dengan TI. Akibatnya, pembelajaran daring tersebut dirasa kurang maksimal.

Karenanya, pihaknya sudah mempersiapkan kegiatan peningkatan penguasaan TI bagi guru di Solo, termasuk yang masih gaptek soal aplikasi komunikasi. 

“Kami bersama-sama dengan teman-teman di MKKS susah merencanakan bahwa menjelang tahun ajaran baru mengadakan pelatihan TI bagi kepala sekolah dan perwakilan guru. Materi utamanya adalah penggunaan aplikasi untuk mendukung pembelajaran yang oleh sebagian sering digunakan seperti Zoom Meeting untuk tatap muka virtual dan Google Classroom untuk menyampaikan materi atau penugasan,” ujarnya.

Selain guru tak boleh gaptek, Sutarmo menambahkan pembelajaran daring menuntut guru di Solo lebih kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran. Terkait materi pembelajaran itu sendiri, pihaknya akan terus meng-update informasi kurikulum dari pemerintah.

“Mengenai kurikulum menurut saya seharusnya memang ada penyesuaian. Kalaupun tidak ada [penyesuaian], saya usul setidaknya ada prioritas. Karena kalau kurikulum yang seperti sekarang harus selesai dengan pembelajaran daring, saya kira terlalu berat bagi siswa dan orang tua. Tapi mengenai kurikulum ini memang harus berkoordinasi dengan dinas dan Kemendikbud,” imbuhnya.

Sumber : JIBI/Solopos