3,4 Ton Merkuri Disamarkan dalam Keramik, Ekspor Ilegal Digagalkan
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Ilustrasi layangan. /Ist.
Harianjogja.com, SOLO -- Kasus benang layangan melukai warga kembali terjadi dan kali ini menimpa seorang perempuan di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (15/6/2020).
Perempuan itu terluka di bagian lehernya akibat tersayat benang layangan di sekitar Taman Cerdas Sumber, Senin siang. Jajaran Pemerintah Kelurahan Sumber langsung mengeluarkan imbauan agar warga tidak bermain layang-layang di perkampungan.
Lurah Sumber, Dwi Liestyorini, saat dihubungi JIBI/Solopos, mengonfirmasi ada seorang warga Sumber yang terkena benang layangan di kawasan Taman Cerdas sekitar pukul 13.00 WIB. Petugas keamanan kelurahan yang memperoleh informasi soal kejadian itu langsung meminta anak-anak yang tengah bermain layangan untuk segera pulang.
Lurah Sumber, Solo, itu menyebut belum memperoleh kronologi pasti bagaimana perempuan itu tersayat benang layangan. Namun, ia menegaskan pemerintah Kelurahan Sumber sudah mengeluarkan imbauan melalui grup Whatsapp kepada semua Ketua RT.
"Korbannya perempuan warga Sumber tapi domisili luar Sumber. Hanya luka ringan. Sejak kejadian di Mojosongo beberapa waktu lalu saya sudah mengeluarkan imbauan. Tetapi bisa saja ke depan saya akan memuat Surat Edaran [SE] agar lebih menjadi perhatian," papar dia.
Menurutnya, jajaran Linmas juga sudah diminta aktif menyosialisasikan terkait bahaya benang layangan yang ditinggal di jalan perkampungan. Apalagi korban meninggal akibat tersayang benang layangan di Mojosongo juga merupakan warga Sumber, Solo.
"Tadi info dari petugas keamanan menyampaikan anak-anak sudah diminta pulang. Apalagi ini masih dalam masa pandemi. Seharusnya, imbauan lewat Whatsapp itu cukup. Tetapi karena sudah terjadi di Mojosongo dan kali ini di Sumber, saya akan menindaklanjuti," katanya.
Ia mengimbau seluruh Ketua RT di wilayah Sumber agar melarang anak-anak bermain layangan di jalan kampung karena membahayakan lalu lintas, diri sendiri, dan orang lain.Sementara itu Camat Banjarsari, Irianto, meminta semua lurah di Banjarsari mengajak dan mengimbau warganya agar anak kecil tidak bermain layangan di jalan raya tetapi di lapangan agar aman bagi seluruh pihak.
Sebagaimana diberitakan, kecelakaan akibat benang layangan terjadi di Mojosongo, Jebres, Solo, Kamis (11/6/2020), dan menyebabkan korbannya meninggal. Sejak kejadian itu, pemangku kepentingan di Kecamatan Jebres juga langsung mengeluarkan surat edaran agar warga tidak bermain layang-layang di jalan perkampungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Kecelakaan lalu lintas di Tanzania dan Italia menewaskan total 14 orang. Puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat.
Harga pangan hari ini 3 Agustus 2026 mayoritas stabil. Cabai rawit merah, daging ayam, dan telur naik, sementara bawang dan cabai merah turun.
Indonesia menghadapi Vietnam pada Grup A Piala AFF 2026. Laga di Pakansari menjadi ujian sesungguhnya Garuda untuk mengunci tiket semifinal.
Sinergi KDMP dan Program MBG mulai memberi kepastian pasar hasil budi daya masyarakat melalui penyerapan SPPG, kata Menko Pangan Zulhas.
Harga CPO diproyeksikan tetap tinggi sepanjang 2026 didorong implementasi B50, ketatnya pasokan, dan dampak El Niño di Asia Tenggara.