Polres Jepara Tahan Pengasuh Ponpes Kasus Kekerasan Seksual
Polres Jepara menahan pengasuh ponpes kasus dugaan kekerasan seksual dengan modus nikah siri fiktif terhadap seorang pelajar.
Suasana toko mainan di Semarang, Maganol, yang sejak 1970-an menjual layang-layang, beberapa waktu lalu. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)
Harianjogja.com, SEMARANG — Banyak permainan tradisional yang mulai menghilang pada era digital seperti saat ini. Namun dari sekian banyak permainan tradisional yang menghilang, ada beberapa yang masih bertahan atau kerap dimainkan anak-anak generasi milenial, salah satunya layang-layang.
Layang-layang memang masih menunjukkan eksistensi di tengah banyaknya permainan modern yang tersaji di Internet maupun gawai. Anak-anak dari generasi milenial masih banyak yang memainkan terutama saat musim panas atau kemarau. Nah, di Semarang ada satu toko mainan yang masih menjual layang-layang. Bahkan sudah hampir 50 tahun atau setengah abad toko yang terletak di Jl. M.T. Haryono No. 530, Sarirejo, itu menjaga eksistensinya dalam menjual layang-layang berikut pernak-perniknya.
Toko mainan itu tak lain adalah Toko Maganol. Toko yang saat ini dikelola generasi kedua itu sudah menjual layang-layang sejak 1970-an silam. "Ini [toko] warisan dari kakek. Dulu awal jualan tahun 1970-an. Awalnya dulu malah enggak jualan layang-layang. Karena, enggak laris akhirnya ganti jual layang-layang sampai sekarang," ujar pemilik Toko Maganol, Fanny Setyawati, saat dijumpai wartawan beberapa waktu lalu.
Fanny mengaku saat ini tokonya masih sering disambangi pembeli. Tidak hanya anak-anak, pembelinya juga berasal dari dari kalangan orang dewasa. "Masih banyak yang mencari [layang-layang]. Anak-anak juga masih banyak yang memainkan. Bahkan orang dewasa juga masih beli di sini," tutur Fanny.
Layang-layang yang dijual di Toko Maganol memang sangat beranekaragam. Tak hanya layang-layang jenis bujur sangkar, di toko ini juga dijual layang-layang hias berbahan kain. Harga layang-layang pun beranekaragam, mulai Rp500-Rp200.000.
"Kalau layang-layang hias ada yang berbentuk kupu-kupu , burung cendrawasih, dan lain-lain. Gambarnya juga macam-macam, seperti Batman, Kuda poni, dan lain-lain," ujar Fanny.
Selain layanG-layang, Toko Maganol juga menjual aneka senar atau benang layang. Harganya pun bervariasi, mulai Rp1000 hingga ratusan ribu rupiah tergantung kualitas, merek, dan panjangnya. "Kita senar paling murah Rp1.500. Yang paling dicari merek Hiu dan Pinokio. Jadi kalau ada anak yang datang ke sini bawa Rp2.000, dia sudah bisa mainan layangan," kelakar Fanny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.