Hasil Sukhotai vs Bangkok United: Skor 1-3, Arhan Starter
Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan dimainkan sebagai starter di Bangkok United. Arhan tampil solid selama 85 menit dan berkontribusi dalam kemenangan Bangkok U
Suasana toko mainan di Semarang, Maganol, yang sejak 1970-an menjual layang-layang, beberapa waktu lalu. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)
Harianjogja.com, SEMARANG — Banyak permainan tradisional yang mulai menghilang pada era digital seperti saat ini. Namun dari sekian banyak permainan tradisional yang menghilang, ada beberapa yang masih bertahan atau kerap dimainkan anak-anak generasi milenial, salah satunya layang-layang.
Layang-layang memang masih menunjukkan eksistensi di tengah banyaknya permainan modern yang tersaji di Internet maupun gawai. Anak-anak dari generasi milenial masih banyak yang memainkan terutama saat musim panas atau kemarau. Nah, di Semarang ada satu toko mainan yang masih menjual layang-layang. Bahkan sudah hampir 50 tahun atau setengah abad toko yang terletak di Jl. M.T. Haryono No. 530, Sarirejo, itu menjaga eksistensinya dalam menjual layang-layang berikut pernak-perniknya.
Toko mainan itu tak lain adalah Toko Maganol. Toko yang saat ini dikelola generasi kedua itu sudah menjual layang-layang sejak 1970-an silam. "Ini [toko] warisan dari kakek. Dulu awal jualan tahun 1970-an. Awalnya dulu malah enggak jualan layang-layang. Karena, enggak laris akhirnya ganti jual layang-layang sampai sekarang," ujar pemilik Toko Maganol, Fanny Setyawati, saat dijumpai wartawan beberapa waktu lalu.
Fanny mengaku saat ini tokonya masih sering disambangi pembeli. Tidak hanya anak-anak, pembelinya juga berasal dari dari kalangan orang dewasa. "Masih banyak yang mencari [layang-layang]. Anak-anak juga masih banyak yang memainkan. Bahkan orang dewasa juga masih beli di sini," tutur Fanny.
Layang-layang yang dijual di Toko Maganol memang sangat beranekaragam. Tak hanya layang-layang jenis bujur sangkar, di toko ini juga dijual layang-layang hias berbahan kain. Harga layang-layang pun beranekaragam, mulai Rp500-Rp200.000.
"Kalau layang-layang hias ada yang berbentuk kupu-kupu , burung cendrawasih, dan lain-lain. Gambarnya juga macam-macam, seperti Batman, Kuda poni, dan lain-lain," ujar Fanny.
Selain layanG-layang, Toko Maganol juga menjual aneka senar atau benang layang. Harganya pun bervariasi, mulai Rp1000 hingga ratusan ribu rupiah tergantung kualitas, merek, dan panjangnya. "Kita senar paling murah Rp1.500. Yang paling dicari merek Hiu dan Pinokio. Jadi kalau ada anak yang datang ke sini bawa Rp2.000, dia sudah bisa mainan layangan," kelakar Fanny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan dimainkan sebagai starter di Bangkok United. Arhan tampil solid selama 85 menit dan berkontribusi dalam kemenangan Bangkok U
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.