Advertisement
Kementerian Kesehatan Brasil Dinilai Berbohong Soal Data Kematian Covid-19
Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengenakan masker dalam sebuah acara di Planalto Palace di Brasilia, Brasil, Jumat (15/5/2020). - Bloomberg/Andre Borges
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Dunia mencatat lompatan kasus harian tertinggi wabah Covid-19 hingga 136.000, sehingga tidak ada alasan bagi negara manapun untuk melakukan pelonggaran atas kebijakan untuk menghentikan pandemi itu, ujar Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Di lain pihak, Kementerian Kesehatan Brasil menurut laporan media setempat berbohong soal angka kematian pasien Covid-19.
Advertisement
“Sudah lebih dari enam bulan pandemi menyebar. Kini bukan saatnya bagi negara manapun untuk melonggarkan lebijakan atas bencana ini," ujar Tedros seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (9/6/2020).
Meskipun situasi di Eropa membaik, secara global keadaannya memburuk, katanya menegaskan.
Hampir 75 persen dari 136.000 kasus Covid-19 yang dilaporkan dari 10 negara, sebagian besar terjadi di Amerika dan Asia Selatan, ujarnya seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (9/6/2020).
Kepala Kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan: "Kita perlu fokus sekarang pada apa yang kita lakukan hari ini untuk mencegah puncak kedua."
Ryan juga mengatakan infeksi di negara-negara Amerika tengah termasuk Guatemala masih meningkat, dan infeksi itu adalah epidemi "kompleks".
"Saya pikir ini adalah saat yang sangat memprihatinkan," katanya. Dia menyerukan kepemimpinan pemerintah yang kuat dan dukungan internasional untuk kawasan itu.
Maria van Kerkhove, pimpinan teknis WHO tentang virus, mengatakan bahwa "pendekatan komprehensif" sangat penting dilakukan di Amerika Selatan.
"Wabah ini masih jauh dari selesai," kata Van Kerkhove yang menambahkan bahwa penularan virus tanpa gejala "tampaknya jarang terjadi".
TheGuardian melaporkan Brasil menjadi negara terparah di Amerika Selatan yang mencatat 707.412 kasus. Sedangkan angka kematian tercatat 37.134 orang. Kasus ini menandai kenaikan tajam yang berkelanjutan dan Brasil mencatat 500.000 kasus pada 1 Juni, kata Van Kherkove.
Surat kabar terkemuka di negara itu melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Brasil berbohong dengan memangkas laporan jumlah kematian Covid-19 baru.
Korban meninggal yang dilaporkan pada hari Minggu (7/6/2020), hanya 857 orang adalah karena presiden sayap kanan Jair Bolsonaro menginginkan kurang dari seribu kematian per hari, menurut media itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
- Iran Minta Negara Arab Tunjukkan Lokasi Pasukan AS-Israel
- Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Ajukan Restorative Justice
- Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029
- OTT KPK: Uang Ratusan Juta Disita, Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
Advertisement
Libur Lebaran 2026: Polisi Antisipasi Macet di Penyangga Malioboro
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bank Jateng Cabang Jogja Sinergi dengan Polda DIY Fasilitasi Kredit
- DPRD Kulonprogo Sidak Dapur MBG, Soroti Kualitas Gizi Anak
- DPR Ungkap Kriteria Calon Komisioner OJK, Uji Kelayakan Digelar
- Kasus Malaria di Timika Capai 7.233 pada 2025, Kebun Siri Tertinggi
- Talut Sungai Jogja Rusak, Pemkot Siapkan Rp2 Miliar per Tahun
- AKI Sleman 2025 Capai 9 Kasus, Dinkes Waspadai Kehamilan KTD
- Seleksi Pimpinan OJK Dipercepat Imbas Gejolak Perang Timur Tengah
Advertisement
Advertisement








